Puisi Tentang Lingkungan dari 5 Penyair Dunia Paling Menyentuh

Publish by -108 kali dilihat
Penulis: Idris Makkatutu
Puisi Tentang Lingkungan dari 5 Penyair Dunia Paling Menyentuh
Rabindranath Tagore, penerima hadiah nobel sastra pertama dari Asia/foto-bbc

Para penyair memilih diksi penuh kejutan. Menggunakan estetika bahasa yang menyentuh.

Klikhijau.com – Sesungguhnya para penyair tidak bisa lepas dari lingkungannya. Karenanya banyak penyair yang menulis puisi tentang lingkungan.

Kata-kata yang tersusun dalam puisi memiliki daya magis tersendiri. Para penyair memilih diksi penuh kejutan. Menggunakan estetika bahasa yang menyentuh.

Beberapa penyair dunia banyak menggunakan diksi-diksi alam dalam puisinya. Selain sebagai metafora, penggunaan diksi alam juga mengandung nilai estetika yang kuat.

Berikut Klikhijau.com telah merangkum lima puisi tentang lingkungan dari penyair dunia. Puisi tentang lingkungan yang mereka tulis jika diselami lebih dalam, bisa melahirkan efek sadar lingkungan. Minimal sadar dengan cara menikmati keindahannya dan tidak merusaknya:

KLIK INI:  Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial
  • Pada Sebuah Senja di Langitku (Pablo Neruda)

Pablo Neruda, lahir di Parral, sebuah kota sekitar 300 km di selatan Santiago, Chili, 12 Juli 1904 – meninggal 23 September 1973 pada umur 69 tahun. Nama aslinya Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto.

Neruda yang dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20, adalah seorang penulis yang produktif. Ia banyak menulis tentang alam dan laut. Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.

 

Burung

 

Hal ini dilepaskan dari satu burung ke burung lainnya,
seluruh karunia hari.
Hari pun pergi dari satu seruling ke seruling lainnya,
pergi berpakaian vegetasi,
dalam penerbangan yang membuka terowongan
yang akan dilintasi angin menderu
tempat burung-burung memecahkan
udara padat biru –
dan di sana, malam pun kembali.

Ketika kembali aku dari banyak perjalanan,
aku pun istirah dan hijau
antara matahari dan geografi –
kusaksikan bagaimana sayap bekerja,
bagaimana parfum ditransmisi
oleh telegraf berbulu,
dan dari atas kusaksikan jalan,
mata air dan atap-atap genteng,
para nelayan dalam pelelangan mereka,
celana-celana busa;
kusaksikan semua itu dari atas langit hijauku.

Tiada kupunya alfabet lebih
selain beburung walet dalam kawanan mereka,
betapa mungil, kemilau air
dari burung mungil di atas kobaran api
yang menari di luar serbuk sari.

KLIK INI:  Menantu yang Diingini Ibu
  • Musim Bunga (Kahlil Gibran

Kahlil Gibran, bernama asli Gibran Khalil Gibran lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon

 

Musim Bunga

 

Marilah, sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan,
Salju telah cair dan Kehidupan telah terjaga dari lenanya
dan kini mengembara menyusuri pegunungan dan lembah-lembah,
Mari kita ikut jejak-jejak Musim Bunga, yang melangkaui
Ladang-ladang jauh, dan mendaki puncak-puncak perbukitan
Tuk menadah ilham dari aras ketinggian,
Di atas hamparan ngarai nan sejuk kehijauan.

Fajar Musim Bunga telah mengeluarkan pakaiannya
dari lipatan simpanan, dan menyangkutnya
pada pohon pic dan sitrus , dan mereka kelihatan bagai pengantin dalam upacara tradisi Malam Kedre..

Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagai kekasih
Air kali pun lincah berlompatan menari ria,
Di sela-sela batuan, menyanyikan lagu riang.

Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam,
Laksana buih-buih bersemburan, dari kalbu lautan

Kemarilah, sayang: mari meneguk sisa air mata
musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili,
Dan menenangkan jiwa, dengan gerimis nada-nada
Curahan simfoni burung-burung yang berkicauan
dan berkelana riang dalam bayu mengasyikkan

Mari duduk di batu besar itu, tempat bunga violet
berteduh dalam persembunyian, dan meniru
Kemanisan mereka dalam pertukaran kasih rindu.

  • Suatu Hari Masa Kanak-Kanakku (Rabindranath Tagore)

Ia adalah sastrawan Asia pertama yang mendapatkan anugerah Nobel Sastra pada tahun 1913. Itu artinya terjadi tiga belas tahun setelah Hadiah Nobel hadir. Dan tahun 1915 menerima gelar kebangsawanan sir dari kerajaan Inggris. Tagore meninggal tahun 1941.

Rabindranath Tagore dilahirkan pada tahun 1861 di Calcuta, India. Berasal dari keluarga yang berkecukupan dan mencintai seni, membuat Tagore kecil akrab dengan sajak-sajak penyair India dan Persia.

 

Suatu Hari Masa Kanak-Kanakku

 

Suatu hari masa kanak-kanakku
aku harus berpikir –di situ
aku lepaskan sebuah kapal kecil
di selokan. Itu bulan Juli
musim hujan: Aku sendiri
dan gembira dengan permainan itu.
Aku renangkan kapal kecilku

di selokan. Namun tiba-tiba
petir menyambar langit begitu keras,
angin datang dan meliuk deras.
Sungai kecil mengalirkan air lumpur
dan kapalku tenggelam.

Dengan pikiran kalut,
kegembiraanku berakhir
karena badai datang.
Semua kejengkelan terpendam
dalam. Telah lewat hari bulan Juli
suram itu: aku bayangkan
semua permainanku yang telah sirna.

KLIK INI:  Laut Biru, Laut tanpa Plastik
  • Negeri Para Peri (Edgar Allan Poe)

Lahir pada 19 Januari 1809, Edgar Allan Poe meninggal pada usia muda, 40 tahun, pada 7 Oktober 1849 lantaran sebab-sebab yang kurang jelas.

Poe bukan saja termasyur sebagai penyair besar. Ia juga seorang cerpenis, kritikus sastra, editor dan salah satu pemimpin Gerakan Romantik Amerika. Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor penulisan cerita pendek di Amerika, dan perintis karya fiksi detektif dan kriminal.

 

Negeri Para Peri

 

Lembah yang suram dan banjir yang kelam
Dan langit berawan seperti tertumpuk batang-batang pohon
Kepada kita yang tidak menemukan wujud

Dari air mata yang berderai hingga habis
Bulan penuh di sana membesar dan menyusut

Lagi, lagi dan lagi
Setiap saat, ketika malam
Selalu ada pertukaran tempat
Dan mereka memadamkan sinar bintang
dengan napas dari wajah-wajah pucat mereka
Tentang panggilan bulan yang keduabelas

Satu lagi, sesuatu yang setipis sarang-sarang lebah yang terbaring
Suatu yang indah, di atas kesengsaraan, mereka menjelma lebih indah
Menurun, terus ke bawah, dan semakin rendah
Dengan pusatnya adalah pucak
Tempat tertinggi pada sebuah lembah
Walaupun ada lingkaran yang luas
Dalam tirai yang mudah runtuh

Di atas pondok-pondok, memenuhi ruang-ruang
Di mana pun mereka berada
Dalam hutan yang tak dikenal, dan di dalam lautan
Dengan tenaga yang memenuhi sayap-sayapnya
Dengan segala yang membuat kantuk
Dan sesuatu yang cukup untuk mengubur mereka

Dalam labirin cahaya
Kemudian, sangat dalam! dalam sekali!
Terserap hasrat dalam tidur mereka
Pada suatu pagi mereka hadir
Dan menyembunyikan kelinglungan mereka
Membumbungkannya tinggi-tinggi ke langit
Dengan angin sekencang gerakan mereka

Seperti itu, hampir tak tampak apa pun
Atau seperti sebuah gerakan elang laut berbulu kuning
Mereka hanya mengandalkan bulan
Untuk arti yang sama dari sebelumnya
Yaitu sebuah tempat tinggal
Yang kupikir terlalu berlebihan
Bagaimanapun mereka terlalu kecil
Hingga hujan memecahkannya

Dari sekumpulan kupu-kupu itu
Dari bumi, yang terlihat sebagai langit
Dan, kembali menurun, lebih ke bawah
Tidak pernah puas akan sesuatu!
Sambil membawa seseorang
Di atas sayap mereka yang gemetar

(1831)

  • Di Dalam Hutan (Osca Wilde)

Namanya Oscar Fingal O’Flahertie Wills Wilde, lahir 16 Oktober 1854 di Dublin, Irlandia dan meninggal November 30, 1900 di Paris, Perancis

Wilde adalah kedua dari tiga anak. Orang tuanya adalah Sir William Wilde dan Jane Wilde, keduanya adalah intelektual (ayahnya adalah seorang ahli bedah dan ibunya menulis).

 

Di Dalam Hutan

 

Dari pertengahan senja di hutan
Sampai fajar di padang rumput
Dengan kaki berwarna gading dan mata cokelatnya
Faun melintas bagai kilat!

Dia lewat di sepanjang belukar yang menyanyi
Dan bayangannya terus menari-nari
Dan aku tak tahu yang mana sebaiknya kuikuti
Bayangan atau nyanyian!

O pemburu, jerat aku dalam bayangannya!
O Seekor burung bulbul, tangkap aku dengan suara nyaringnya!
Ketidakwarasan lain karena musik dan kegilaan ini
Aku mengikuti jejaknya dalam kesia-siaan

Nah, itulah puisi tentang lingkungan yang berhasil Klikhijau.com rangkum dari berbagai sumber. Selamat membaca

KLIK INI:  Apakah Kau Kekasih?
Editor: Idris Makkatutu

KLIK Pilihan!