11 Juli Diperingati sebagai Hari Populasi Sedunia, Begini Sejarahnya!

Publish by -167 kali dilihat
Penulis: Zakiyatur Rosidah
11 Juli Diperingati sebagai Hari Populasi Sedunia, Bagini Sejarahnya!
Ilustrasi - Foto/dreamstime.com

Klikhijau.com – Sahabat Hijau, tahu tidak kalau tiap tanggal 11 Juli diperingati sebagai Hari Populasi Sedunia?

Populasi didefinisikan dengan jumlah organisme dari spesies yang sama yang hidup di daerah tertentu. Jadi, yang dimaksud populasi adalah jumlah manusia yang tinggal di kota, wilayah, negara, atau dunia.

Tepat tanggal 11 Juli, ditandai sebagai Hari Populasi Dunia. Tahun ini bertajuk menjaga kesehatan serta hak perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia, terutama selama pandemi covid-19.

Berdasar laman resmi United Nations, penetapan harinya bermula pada tahun 1989 dan didirikan oleh Dewan Pengurus Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Penetapan Hari Populasi Dunia terinspirasi oleh kepentingan publik terkait Hari Lima Miliar pada 11 Juli 1987. Di mana pada hari tersebut diperkirakan populasi dunia mencapai lima miliar orang.

Adapun tujuan Hari Populasi Dunia adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai berbagai masalah kependudukan, seperti urgensi kesetaraan gender, hak asasi manusia, kemiskinan, dan kesehatan ibu dan anak.

KLIK INI:  Ini Penyebab Polusi Udara, Salah Satunya Mungkin Sering Kita Lakukan

Kelebihan populasi di dunia tentu akan meningkatkan masalah pada lingkungan dan pembangunan. Hal inilah yang mustinya menjadi perhatian lebih oleh masyarakat.

Cara Merayakan Hari Populasi

Kita bisa merayakan hari populasi ini dengan hal-hal sederhana. Misalnya menyebarkan berita tentang meningkatkan kesadaran terhadap peningkatan populasi yang tidak terkontrol.

Bisa dimulai dengan menulis blog atau media sosial mengenai masalah populasi dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengatur peningaktan populasi di dunia.

Selain itu, hal yang bisa dilakukan adalah mendidik diri sendiri dengan belajar dan mencari tahu mengenai populasi agar menambah wawasan dan mengerti perkembangan angka populasi terbaru dan sebagainya.

KLIK INI:  Mikroplastik Kian Mencemaskan, Para Peneliti Teliti Laut Jepang

Tema Hari Populasi Dunia 2020 ini ebih memfokuskan pada kesehatan serta hak perempuan dan anak perempuan. Terlebih karena adanya pandemi Covid-19 ini, banyak perempuan tenaga medis yang menjadi garda terdepan.

Penelitian United Nations Population Fund (UNFPA) baru-baru ini juga mencatat bahwa 47 juta perempuan di negara berpenghasilan rendah dan menengah kemungkinan tidak dapat mengakses atau membeli kontrasepsi modern.

Hal tersebut mengakibatkan adanya 7 juta kehamilan yang tidak diinginkan. Sselain itu, terdapat pula 31 juta kasus tambahan kekerasan berbasis gender muncul ke permukaan.

Lalu, banyak perempuan secara tidak proporsional bekerja di pasar tenaga kerja yang tidak aman dan terdampak ekonomi karena Covid-19. Hampir 60 persen wanita di seluruh dunia bekerja di ekonomi informal, dengan risiko lebih besar untuk jatuh ke dalam kemiskinan.

KLIK INI:  Film-Film yang Berkisah Cara Mengurangi Populasi Manusia di Bumi
Jumlah penduduk Dunia dan tantangannya

Dilansir dari situs resmi United Nation, pada 2011 jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliar orang. Kemudian di 2016 mencapai 7,4 miliar orang dan jumlah penduduk dunia 2020 mencapai 7,7 miliar orang. Diperkirakan pada 2030 akan tumbuh mencapai 8,5 miliar penduduk dan pada 2050 mencapai 9,7 miliar penduduk.

Pertumbuhan pesat ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah orang yang bertahan hidup hingga usia reproduksi. Selain itu, pertumbuhan tersebut juga disertai dengan perubahan besar dalam tingkat kesuburan, peningkatan urbanisasi, dan percepatan migrasi.

Pada tahun 2050, diprediksikan ada sekira 66 persen dari populasi dunia akan tinggal di kota. Tren ini memberikan implikasi yang luas. Mereka memengaruhi pembangunan ekonomi, lapangan kerja, distribusi pendapatan, kemiskinan dan perlindungan sosial. Mereka juga memengaruhi upaya untuk memastikan akses universal ke pendidikan, perawatan kesehatan, perumahan, makanan, energi, dan air.

Maka dari itu, untuk mengatasi kebutuhan individu secara lebih berkelanjutan, para pembuat kebijakan seyogianya memahami berapa banyak orang hidup di bumi ini, di mana mereka berada, berapa usia mereka, dan berapa banyak generasi mendatang yang akan lahir dan menyiapkan dengan baik regulasi-regulasi yang bermanfaat untuk masyarakat yang mengatur sedemikian rupa agar kehidupan ini tetap seimbang.

Selamat hari populasi sedunia!

KLIK INI:  Bahaya Laten Penggunaan Styrofoam bagi Kesehatan dan Lingkungan?
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!