Melihat Upaya Amerika Membasmi Nyamuk dengan Nyamuk

oleh -381 kali dilihat
Apa yang Terjadi Jika Nyamuk Musnah dari Muka Bumi?
Ilustrasi nyamuk/foto-Tribunnews.com
Irhyl R Makkatutu
Latest posts by Irhyl R Makkatutu (see all)

Klikhijau.com – Nyamuk, si kecil yang kehadirannya sangat mengusik. Apalagi jika kantuk sedang menyerang.

Ia akan terbang di dekat telinga dengan dengungan menjengkelkan. Ia juga akan menghinggapi bagian tubuh, menghisap darahnya yang menimbulkan rasa gatal.

Di lain hal, gigitannya bisa membawa penyakit berbahaya berup demam berdarah. Penyakit satu ini banyak ditakuti sebab bisa merenggut nyawa.

Berbagai upaya biasa dilakukan untuk mengusirnya. Tak ada yang berpikir untuk membiarkannya hidup, apalagi melepaskannya di alam bebas.

KLIK INI:  Bakteri Penyumbang Oksigen di Bumi Terancam Plastik di Laut

Namun, hal berbeda dilakukan oleh pejabat para pejabat pemerintahan di Florida, Amerika Serikat (AS) Mereka sepakat melepas 750 ekor nyamuk.

Ide itu terdengar gila, bukan? Saat banyak orang bahkan negara membuat  teknologi mengusir serangga berdengung itu, kok para pejabat ini justru akan melepas ribuan ekor serangga pengganggu itu.

Tenang,  yang akan dilepaskan bukan sembarang nyamuk, tapi  yang telah direkayasa secara genetika. Tujuannya adalah untuk mengurangi populasi serangga tersebut.

Pelepasan serangga ini diklaim mampu mengurangi jumlah nyamuk pembawa penyakit, seperti demam berdarah atau virus Zika.

Tidak muda mendapat lampu hijau untuk melepaskan si serangga kecil itu. Apalagi tujuannya untuk membasminya.

Setelah bertahun-tahun berdebat disusul kritik pegiat lingkungan yang mengingatkan soal konsekuensi tak terduga dari pelepasan nyamuk.

Seiring berjalannya waktu, pada 18 Agustus lalu para pejabat di badan pengawas nyamuk, Florida Keys Mosquito Control District (FKMCD), memberikan izin akhir untuk melepaskan 750 juta nyamuk yang telah dimodifikasi dalam dua tahun.

KLIK INI:  Ini Alasan Gigitan Nyamuk Kadang Terasa Gatal Begitu Lama
Merusak ekosistem

Ketiadaan nyamuk memiliki dampak yang besar terhadap ekosistem. Sebab ia termasuk dalam rantai makanan yang dibutuhkan makhluk yang lainnya, semisal cicak.

Para aktivis memperingatkan langkah itu kemungkinan akan merusak ekosistem dan berpotensi menciptakan serangga yang tahan insektisida.

Hanya saja, protes dari para aktivis lingkungan dianggap angin lalu saja,  perusahaan yang terlibat proyek ini berdalih jika hal tersebut tidak akan terjadi.

Seperti banyak rencana yang dianggap dapat merusak, rencana pelepasan 750 juta serangga pengganggu itu juga mendapatkan banyak kritik.

Kritik itu datang  dari sekitar 240.000 orang yang menandatangani petisi di Change.org, mengecam rencana Oxitec untuk menggunakan negara bagian AS sebagai “ladang uji coba serangga.”

Kelompok lingkungan Friends of the Earth mengatakan, dilepaskannya nyamuk yang telah direkayasa secara genetika akan menyebabkan warga Florida, lingungan dan juga spesies yang terancam, menghadapi risiko di tengah pandemi.

Namun, menurut perusahaan yang mendalangi proyek tersebut,  pelepasan nyamuk  telah menggunakan landasan studi yang didukung pemerintah. Jadi, tidak akan ada dampak buruk terhadap manusia ataupun lingkungan.

Menurut situs Oxitec, perusahaan itu menyebutkan telah menemukan hasil positif dalam uji coba di Brasil.

Perusahaan itu juga berencana melepas nyamuk di Texas pada awal 2021 setelah mendapatkan izin federal. Namun mereka belum mendapat persetujuan dari negara bagian, menurut sejumlah laporan.

KLIK INI:  Waspada, Sulsel Masuk 10 Besar Tertinggi Kasus DBD
Hanya yang jantan

Namun ilmuwan Oxitec mengatakan kepada kantor berita AP, “Kami telah melepaskan lebih dari satu miliar serangga ini dalam tahun-tahun terakhir ini dan tak ada potensi risiko terhadap lingkungan atau manusia.”

Nyamuk Aedes aegypti banyak ditemukan di Florida selatan di daerah perkotaan, terutama di kawasan yang banyak danau atau genangan air. Di banyak daerah, termasuk Florida Keys, serangga ini bisa bertahan dari pestisida.

Menurut BBC, pada bulan Mei lalu, badan lingkungan AS memberikan izin kepada perusahaan Amerika yang berkantor di Inggris, Oxitec, untuk memproduksi nyamuk Aedes aegypti jantan, yang juga disebut OX5034.

Serangga  ini  dikenal menyebarkan penyakit seperti demam berdarah, Zika, chikungunya dan demam kuning.

Nyamuk yang akan dilepas nantinya adalah yang berjenis kelamin jantan. Ini karena pejantan nyamuk jantan yang diharapkan dapat berkembang biak dengan nyamuk betina liar.

Kenapa tidak melepas  yang berjenis kelamin betina, itu karena  betina mengigit manusia karena  ini perlu darah untuk memproduksi telur. Sementara yang jantan  hanya makan sari bunga akan bertahan dengan gen yang akan menurun.

Rencana tersebut  tak akan lama lagi, yakni tahun depan, 2021. Lokasi pelepasannya di Florida Keys.  Nyamuk tersebut  dimodifikasi itu disepakati oleh lembaga federal AS.

KLIK INI:  Mengintip Upaya Malaysia ‘Menghidupkan’ Kembali Badak Sumatra dari Kematian