Pohon Waru, Bahan Mesiu dari Kerajaan Gowa

Klikhijau.com โ€“ Pohon waru itu tumbuh liar di Kebun Denassa. Sifatnya liarnya itulah membuatnya tidak banyak diperhatikan. Karena bisa tumbuh liar, pohon waru bukanlah pohon asing dan keberadaannya...

Pohon Waru, Bahan Mesiu dari Kerajaan Gowa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Pohon waru itu tumbuh liar di Kebun Denassa. Sifatnya liarnya itulah membuatnya tidak banyak diperhatikan.

Karena bisa tumbuh liar, pohon waru bukanlah pohon asing dan keberadaannya tidak mengejutkan. Sekilas tidak ada istimewa dari pohon berdaun lebar itu.

Di Kebun Denassa (nama akrab Darmawan Denassa) yang terletak di kecamatan Bonto Nompo, Gowa. Pohon itu tumbuh subur.

Waru, biasa disebut pula pohon baru memiliki namaย  latinย  Hibiscus tiliaceus. Pohon ini memiliki beberapa jenis (baca di SINI). Jenis-jenis pohon ini bisa diedintifikasi berdasarkan daunnya.

[irp]

Setiap jenisnya memiliki perbedaan dari segi daun. Di Indonesia, tanaman waru mudah ditemukan dan dapat tumbuh di segala macam lingkungan.

Pohon waru Indonesia (lokal) memiliki daun yang lebar berbentuk jantung dan berwarna hijau. Pohon ini kerap dijadikan sebagai tanaman peneduh, dan banyak pulaย  yang dimanfaatkan menjadi tanaman obat.

Bahan mesiu Kerajaan Gowa

Surahmaida, dkk (2020) juga mengakui jika umumnya daun waru digunakan sebagai obat tradisional. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa ditangkalย  daun pohon ini, di antaranya demam, batuk, infeksi telinga, sesak nafas, diare, randang amandel, disentri, tipus, TBC, ย peradangan usus, abses, bisul , dan penyubur rambut.

Beragam khasiat waru sebagai obat itu didapatkan dari kandunganย  ย senyawa kimia yang terkandung di dalamnya, seperti flavonoid, saponin, tannin, polifenol, alkaloid dan steroid

Pohon ini juga, khususnya di Bulukumba, Desa Kindang ย dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat baling-baling yang biasanya banyak muncul di musim kemarau.

โ€œIya ini biasa dijadikan baling-baling, karena sifat kayunya ringan,โ€ ungkap Denassa, 24 januari 2022 lalu.

Dan hal mengejutkan dari pohon waru ini, menurut Denassa, daunnya telah dimanfaatkan oleh kerajaan Gowa sebagai bahan mesiu untuk peluru meriam.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: