Antara Kagum dan Gemetar: Kisah di Balik Perjumpaan Anoa Jantan

Klikhijau.com - "Layar ponsel saya terhenti pada sebuah unggahan di Instagram. Ada dua foto anoa di sana—satu asli, satunya lagi dipercantik sentuhan AI. Namun, bukan soal teknologi itu yang membuat j...

Antara Kagum dan Gemetar: Kisah di Balik Perjumpaan Anoa Jantan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - "Layar ponsel saya terhenti pada sebuah unggahan di Instagram. Ada dua foto anoa di sana—satu asli, satunya lagi dipercantik sentuhan AI. Namun, bukan soal teknologi itu yang membuat jempol saya berhenti menggulir. Adalah tatapan sang anoa yang begitu garang, seolah menembus lensa dan siap menyeruduk siapa pun di depannya. Belakangan saya tahu, sang fotografer, Ganjar Aprianto, memotretnya dengan tangan yang gemetar hebat di tengah belantara Popayato."

Suatu hari saya sedang bermain media sosial. Membuka Instagram, melihat info-info pendek di sana. Tak lama berselang saya melihat unggahan salah satu kawan tentang satwa endemik Sulawesi, anoa.

Pada unggahan itu, pemilik akun @ganjaraprianto membagikan dua foto anoa. Foto asli dan foto dengan dengan bantuan AI dengan sedikit sentuhan artistik. Membuat foto lebih tampil natural.

Pada bagian takarin, Ganjar Aprianto, menulis: "Iseng enhanced foto lama pakai AI. Anoa dataran rendah yang beruntung saya dokumentasikan di belantara hutan Popayato - Paguat 2021 silam".

[irp]

Ada beberapa hal yang bisa kita kupas dari unggahan ini. Saya lebih tertarik membahas tampilan anoa yang ter-capture. Tampilannya garang. Sulit saya prediksi apakah dia kaget atau siap menyeruduk sang pengambil gambar.

Karena itu saya melontarkan komentar: "Keren perjumpaannya. Berasa si Ano mau menyeruduk fotografer😂".

Sang pemilik akun kemudian membalas komentar saya dengan mengatakan bahwa ia gemetar saat memotretnya. Karena penasaran saya kembali bertanya: "Gemetar karena baru jumpa atau jangan² dia mau menyeruduk 😂".

Mas Ganjar, begitu saya biasanya menyapanya saat bertemu, kembali membalas komentar saya. Ia mengatakan bahwa ia sedikit mawas diri. "Karena orang sana bilang, anoa demen nyeruduk😂," balasnya pendek.

Saya menangkap bahwa anoa sering menyeruduk saat bertemu di hutan. Hal tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun Ganjar di lokasi perjumpaan di Popayato, Gorontalo.

[irp]

Menyeruduk karena merasa terancam. Menyeruduk adalah senjatanya untuk melakukan perlawanan. Sepertinya halnya satwa liar lainnya memiliki insting untuk menyerang saat terancam. Seperti ular akan menggigit saat terancam ataupun banteng akan menyeruduk saat merasa terjepit oleh situasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2