Evakuasi Korban dan Lanjutkan Pencarian Jatuhnya Pesawat ATR, Tim Gabungan Terkendala Medan dan Cuaca Ekstrem

Klikhijau.cm - Hari itu, Senin, 19 Januari 2026, hari ketiga pencarian pesawat ATR Indonesia Air Transport. Pesawat seri 42-500 ini semula hilang kontak pada siang pukul 13:00 Wita di wilayah berbatas...

Evakuasi Korban dan Lanjutkan Pencarian Jatuhnya Pesawat ATR, Tim Gabungan Terkendala Medan dan Cuaca Ekstrem
Bacakan Artikel
Taufiq Ismail

Menggemari kupu-kupu dan menjaga hutan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Klikhijau.cm - Hari itu, Senin, 19 Januari 2026, hari ketiga pencarian pesawat ATR Indonesia Air Transport. Pesawat seri 42-500 ini semula hilang kontak pada siang pukul 13:00 Wita di wilayah berbatasan antara Pangkep-Maros. Pesawat yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 3 penumpang dengan 7 kru pesawat.

Hari pertama pencarian berfokus di Kelurahan Leang-leang, Bantimurung, Maros, sesuai dengan data awal yang diperoleh tim. Dua pendaki yang melaporkan temuan bangkai dan kesaksian jatuhnya pesawat naas tersebut di puncak gunung Bulusaraung. Hingga kemudian posko pencarian berpusat di Tompobulu.

Sementara itu, hari kedua, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bersama TNI mencoba melakukan pencarian di wilayah Lampeso. Wilayah yang dekat dengan Bulusaraung.

Laporan dari Basarnas, menemukan satu korban di hari kedua di sisi selatan puncak Gunung Bulusaraung. Namun mengalami kesulitan mengevakuasinya karena berada di sisi tebing. Hanya ada dua pilihan, apakah ditarik ke puncak gunung kemudian dibawa ke posko induk melalui jalur pendakian. Pilihan kedua, korban diturunkan menuju arah Lampeso.

[irp]

Hari ketiga ini lokasi pencarian berpusat di wilayah pegunungan Bulusaraung, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Wilayah yang berada kawasan hutan negara yang berada di bawah tata kelola Kementerian Kehutanan.

Kali ini saya turut serta melakukan pencarian. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menerjunkan lebih dari 60 personilnya untuk berpartisipasi dengan tim gabungan secara bergantian selama lima hari.

"Kami memerintahkan petugas lapangan kami untuk membantu pencarian, mengingat mereka lebih paham tentang medan di lapangan," pungkas Abdul Rajab, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Pencarian pada hari Senin itu berfokus di sekitar puncak Bulusaraung. Basarnas memimpin pencarian, termasuk menentukan lokasi dan strategi. Pencarian dibagi menjadi 4 Rescue Search Unit (RSU). Saya masuk di RSU 3, lokasi pencariannya di sisi selatan puncak Bulusaraung. Tim unit pencarian kami berjumlah 30 orang yang terdiri dari Basarnas, Kodam XIV/ Hasanuddin, Brimob Makassar, Polairud, PMI Sulawesi Selatan dan beberapa SAR dari universitas.

[irp]

Selain itu, relawan terus berdatangan. Saya melihat relawan dari tim reaksi cepat Semen Tonasa, Kalla Rescue, SAR Unhas, SAR UMI, SAR UNM, BPBD Sulawesi Selatan, BPBD Maros, BPBD Pangkep, BPBD Makassar, dan RS. Bhayangkara Makassar turut bergabung.

Pagi itu, tim apel siaga sebelum menuju lokasi pencarian. Masing-masing ketua tim mengarahkan anggotanya. Memberikan petunjuk perihal tugas tim hari itu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2