Swara Kebun, Ketika Seni Bertemu Alam

Klikhijau.com - Kabar pentas seni di Kebun Bersama, Bonto Sunggu, Bulukumba, telah tersiar lebih awal, menciptakan antisipasi yang membubung tinggi. Dari Makassar, sekelompok seniman yang tergabung da...

Swara Kebun, Ketika Seni Bertemu Alam
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Kabar pentas seni di Kebun Bersama, Bonto Sunggu, Bulukumba, telah tersiar lebih awal, menciptakan antisipasi yang membubung tinggi. Dari Makassar, sekelompok seniman yang tergabung dalam 'Empat Memandang Rupa' telah bersiap mendatangi ajang pertunjukan seni bertajuk 'Swara Kebun', Jum'at 16 Januari 2026.

Saya mencatat, ada 7 (tujuh) kali penggagas Swara Kebun, Andi Ichdar, mengirimkan pesan, baik melalui teks maupun suara panggilan, seperti detak jantung yang terus berdegup, menandai keseriusan dan antusiasme yang tak terbendung. Sebanyak 4 kali sebelum berangkat dan 3 kali saat berangkat menuju Kebun Bersama di Bonto Sunggu, Bulukumba, seolah-olah dia ingin memastikan setiap langkah kita menuju perjumpaan yang dinantikan.

Pentas Seni 'Swara Kebun' telah tunai dilangsungkan Jum'at, 16 Januari 2026. Bagi saya, Swara Kebun telah menggema jauh sebelum kegiatan ini dimulai, seperti gema suara alam yang terus berdenyut dalam jiwa.

Ajakan pada seniman 'Empat Memandang Rupa' untuk ikut berpartisipasi telah menemukan kesepahaman bersama dalam merawat perjumpaan, menciptakan harmoni yang indah antara seni, alam, dan jiwa.

[irp]

Seni Kolaboratif di Ruang Terbuka

Coba bayangkan, seni hadir di ruang terbuka, menerobos alam, dan tidak lagi terkunci di dalam galeri yang kaku dan sunyi. Dari sini, seni justru menemukan hidup, bisa bernapas, dan ngobrol langsung sama alam. Pentas seni kali ini menjadi sebuah gagasan keren, di mana seni keluar dari ruangannya untuk jadi satu menyatu dengan lingkungan, demi menciptakan dialog akrab antara kreativitas manusia dan alam.

Swara kebun tak sekadar menawarkan ruang terbuka bagi perjumpaan seni dan alam. Ia menawarkan sebuah ruang kreatif dan dialog lintas disiplin yang mengintegrasikan pertunjukan seni yang mengakomodasi pilar kolaborasi. Antara lain, musik, tari, teater, visualisasi, dan performence art.

Misi Menyapa Seni dan Menyapa Jiwa

Menyapa seni, menyapa jiwa. Kalimat ini cukup dalam dan penuh makna, bukan sekedar slogan semata. Ini adalah misi yang dibawa oleh seniman 'Empat Memandang Rupa' dalam Swara Kebun, dari sebuah perhelatan seni yang luar biasa unik di Indonesia. Slogan ini mengundang kita ikut merasakan seni yang tidak sekadar pakai mata, tapi memakai seluruh jiwa kita.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2