Hujan Lale

Kopi ke Cengkeh   sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka...

Hujan Lale
Bacakan Artikel

Kopi ke Cengkeh


 

sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis

kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka dan masa depan penuh labirin. kau suka tersesat lalu berakhir di pelukan diri sendiri

ini akan jadi waktu panjang tanpa kopi. kau belajar hidup tanpa kafein. setelah pohon kopi di ujung kampung ditebangi. berganti pohon cengkeh

kau mulai belajar merokok, kata Ayah, rokok disulap dari cengkeh dan kau ingin nikmati hasil jerih upayamu.

dan kopi, pohon naungannya telah berubah jadi rumah, tempat kau bernaung mengisap rokok dengan merk yang aneh dan nyeleneh.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: