Hujan Lale

Kopi ke Cengkeh   sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka...

Hujan Lale
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kopi ke Cengkeh


 

sepulang dari masjid, matamu tak bisa menyembunyikan kantuk, juga mulutmu. menguap berkali-kali lalu matamu lahirkan gerimis

kau selalu suka gerimis. ada kenangan jenaka dan masa depan penuh labirin. kau suka tersesat lalu berakhir di pelukan diri sendiri

ini akan jadi waktu panjang tanpa kopi. kau belajar hidup tanpa kafein. setelah pohon kopi di ujung kampung ditebangi. berganti pohon cengkeh

kau mulai belajar merokok, kata Ayah, rokok disulap dari cengkeh dan kau ingin nikmati hasil jerih upayamu.

dan kopi, pohon naungannya telah berubah jadi rumah, tempat kau bernaung mengisap rokok dengan merk yang aneh dan nyeleneh.

Kindang, Feb, 2026

[irp]

Ayam Penanti Nasi


 

seekor ayam jago berwarna kelabu, sedang kere-kere di belakang rumah. ia mencari sebutir demi sebutir nasi yang tersisa di piring dan terbuang kesepian di belakang rumah.

ayam jago kelabu itu, adalah penanti butiran nasi yang setia. tak dibiarkannya berlama-lama di tanah, tak dibiarkannya membusuk lalu berasap ke langit.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2