Bara Kemarau di TPA Makassar dan Ambisi Hijau di Meja Rapat

Bara Kemarau di TPA Makassar dan Ambisi Hijau di Meja Rapat
Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat mengunjungi TPA Tamangapa Kota Makassar - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.comDi satu sudut Kota Makassar, gunungan sampah setinggi belasan-puluhan meter menyebarkan bau menyengat yang saban hari dihirup ribuan warga sekitarnya, lengkap dengan ancaman ledakan gas metan yang sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran hebat di tengah terik kemarau seperti sekarang ini. Namun di sudut lain, dalam ruang-ruang rapat berpendingin udara, tumpukan limbah berbahaya yang sama justru diproyeksikan bakal tampil klimis, harum, dan menawan seperti pusat perbelanjaan modern tempat orang-orang berswafoto.

Dua wajah kontras pengelolaan limbah kota inilah yang mengemuka saat Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar rangkaian kunjungan kerja strategis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pemerintah memacu langkah cepat untuk mengubah krisis ekologi perkotaan menjadi peluang ekonomi sirkular yang terukur.

Langkah percepatan tersebut ditandai dengan rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat. Rapat tersebut membahas akselerasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, jajaran pimpinan daerah aglomerasi, hingga mitra industri pengambil hasil (off-taker) PT Semen Tonasa.

Apakah Modernitas dan Intervensi Teknologi adalah Solusi Persampahan?

Menteri Jumhur menekankan bahwa masa depan tata kelola sampah di perkotaan modern tidak boleh lagi bertumpu pada pola lama yang membiarkan sampah menumpuk tanpa intervensi teknologi. Proyek PSEL yang tengah dimatangkan di Makassar dirancang menggunakan standar teknologi mutakhir yang menghilangkan impresi buruk masyarakat terhadap tempat pembuangan sampah konvensional.

"Hal yang harus diingat bahwa kalau PSEL sudah jadi nantinya maka tidak akan ada bau sama sekali dan tidak akan seperti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang selama ini dilihat masyarakat. Tapi nantinya justru terlihat seperti sebuah mal yang bersih dan indah," tegas Menteri Jumhur saat memaparkan cetak biru fasilitas pengolahan modern tersebut di hadapan jajaran pemerintah daerah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: