Perkuat Tata Kelola Hutan, BPKH XVI Palu dan Balai P2SDM Wilayah VI Makassar Gelar Bimtek SIG serta Operasional Drone

Perkuat Tata Kelola Hutan, BPKH XVI Palu dan Balai P2SDM Wilayah VI Makassar Gelar Bimtek SIG serta Operasional Drone
Perkuat Tata Kelola Hutan, BPKH XVI Palu dan Balai P2SDM Wilayah VI Makassar Gelar Bimtek SIG serta Operasional Drone. - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XVI Palu bekerja sama dengan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (Balai P2SDM) Wilayah VI resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Operasional Drone pada Selasa 4 Agustus 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat kapasitas teknis Sumber Daya Manusia (SDM) sektor kehutanan dalam menyajikan data berbasis geospasial yang akurat dan responsif.

Kepala BPKH Wilayah XVI Palu, Victor W. Rante Lembang, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya peran para peserta sebagai ujung tombak keterbukaan data geospasial kehutanan.

"Kalian semua adalah ujung tombak dan masa depan keterbukaan data geospasial kita. Teknologi sehebat apa pun tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya kemauan dan dedikasi yang tinggi dari orang yang mengendalikannya," ujar Victor saat memberikan sambutan.

Ia memotivasi para peserta agar tidak ragu mengeksplorasi teknologi baru selama pelatihan. "Jangan takut gagal saat mencoba menerbangkan drone atau mengolah data. Jadikan kesalahan di kelas sebagai ruang belajar terbaik. Tunjukkan bahwa SDM BPKH Wilayah XVI adalah SDM yang tangguh, modern, inovatif, dan siap membawa organisasi ke level yang lebih tinggi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai P2SDM Wilayah VI, Kamaruddin, S.Hut. T., menggarisbawahi bahwa peningkatan kapasitas ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menurutnya, ASN dituntut untuk terus mengasah kompetensinya agar dapat bekerja dan melayani publik secara lebih efektif serta efisien.

Lebih lanjut, Kamaruddin menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap keberadaan aparatur di lingkup kehutanan. Bagi organisasi, SDM kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai sumber daya (human resource), melainkan sebagai modal utama (human capital) yang menentukan nilai dan kemajuan instansi.

"SDM yang kompeten dan profesional adalah human capital—aset bernilai tinggi yang harus terus dijaga, dirawat, dan ditingkatkan kualitasnya agar organisasi selalu siap menjawab tantangan serta perubahan di masa depan," jelas Kamaruddin.

Kamaruddin juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPKH Wilayah XVI Palu atas inisiasi kegiatan ini. Menurutnya, bimtek ini tidak hanya mempertegas peran Balai P2SDM Wilayah VI dalam mendorong pengembangan kompetensi SDM kehutanan, tetapi juga memperkokoh kolaborasi antar-instansi di wilayah layanannya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2