Harmoni Kelestarian dan Kesejahteraan, Langkah BP2SDM Kemenhut Perkuat Tata Kelola KHDTK Borisallo

Klikhijau.com - Keheningan pagi di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, terasa berbeda pada Selasa (28/7/2026). Ruang Pertemuan Kelurahan yang biasanya tenang menjadi tempat b...

Harmoni Kelestarian dan Kesejahteraan, Langkah BP2SDM Kemenhut Perkuat Tata Kelola KHDTK Borisallo
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Keheningan pagi di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, terasa berbeda pada Selasa (28/7/2026). Ruang Pertemuan Kelurahan yang biasanya tenang menjadi tempat berkumpulnya berbagai elemen masyarakat, birokrasi, hingga aparat keamanan. Mereka hadir dalam satu misi, menyatukan pandangan demi menjaga benteng hijau sekaligus menyejahterakan warga di sekitarnya.

Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Wilayah VI Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklat Kehutanan Borisallo. Forum interaktif ini dirancang untuk memperkuat tata kelola kawasan hutan pendidikan dan pelatihan, menyelaraskan regulasi, serta mempertegas kepastian hukum di lapangan.

KHDTK Diklat Kehutanan Borisallo membentang seluas 141 hektare di dua wilayah kecamatan, yakni Parangloe dan Pattallassang. Lebih dari sekadar hamparan pepohonan, kawasan ini merupakan laboratorium alam yang vital bagi pengembangan kapasitas SDM kehutanan Indonesia.

[irp]

Kepala BP2SDM Wilayah VI Kementerian Kehutanan, Kamaruddin, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa filosofi utama pengelolaan KHDTK Borisallo terletak pada keseimbangan antara fungsi ekologi dan pemanfaatan ekonomi lokal. Menurutnya, pelestarian benteng ekologis ini tidak mungkin tercapai jika warga di sekitarnya diabaikan.

"Kita ingin mitra kita bisa berkolaborasi. Kita mesti melestarikan hutan dan masyarakat sekitar harus tetap sejahtera, sementara pembangunan terus berjalan dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan," ujar Kamaruddin saat memberikan sambutan.

Kamaruddin menekankan pentingnya gagasan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang secara konsisten mengingatkan bahwa kelestarian hutan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar. BP2SDM Wilayah VI menerjemahkan arahan tersebut melalui skema pemberdayaan berbasis komunitas.

Salah satu wujud konkritnya adalah keterlibatan masyarakat dalam Kelompok Tani Hutan (KTH). Pekan sebelumnya, BP2SDM Wilayah VI menggelar pelatihan ecoprint sebagai wadah peningkatan keterampilan produktif warga.

"Harapannya, ini menjadi keterampilan dan sumber pendapatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan. Dari 141 hektare ini, kita ingin membangun kolaborasi. Kawasan hutan harus dipandang sebagai sesuatu yang menarik dan memberi manfaat nyata. Kita jaga hutan tetap lestari, dan masyarakat tetap sejahtera," tambah Kamaruddin.

Dukungan penuh juga mengalir dari pemerintah daerah. Camat Parangloe, Rishky, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam pandangannya, keberadaan KHDTK Borisallo merupakan aset berharga yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara konsisten.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow