- Pada Jembatan Bambu Itu - 25/01/2026
- Kembang Hujan - 12/01/2026
- Sebelum Polusi Tiba - 04/01/2026
Pada Jembatan Bambu Itu
kau melewati jembatan bambu itu dua kali sehari atau kadang tak menghitungnya. itu seperti perjalanan yang direncanakan sepanjang musim kemarau. tak berhenti. berdetak lebih acap
kau selalu ingin memiliki kenangan atau ingatan tentangnya. sebelum hujan tiba dan membawanya ke jalan jauh yang sunyi
separuh hidupmu atau barangkali seluruhnya menggantung manja pada jembatan bambu itu. kau anyam dengan hati, kau lintasi dengan harapan, merawatnya dengan rasa cemas
selalu ada rencana yang gagal, tapi hujan adalah perencana yang tak pernah gagal membawa jembatan itu ke arah jauh yang tak bisa diikuti dengan ekor mata
dan semuanya tinggal di kepalamu sebagai hari lalu
Kindang, Januari 2026
Hutan ke Kota
apakah jalan menuju hutan telah kelar? tanyamu
kujawab singkat saja, belum
aku ingin sembunyikan jalan itu darimu
semakin sedikit yang tahu, hutan semakin abadi
orang-orang berlomba sampai ke hutan
membersihkan paru-paru dan otak, katanya
kota terlalu angkuh
merampas semua napas
hutan mengembalikan napas yang hilang
tapi, orang-orang membawanya ke kota
menjemurnya di jalan raya
Kindang, Januari 2026
Angin Sepoi
pada jalan setapak menuju matamu
belukar tumbuh
aku tersesat. dan rindu semakin kacau
hutan-hutan telah hilang wajah
sawah mengering
dan kita semakin jauh dari angin sepoi
kipas angin hilang di mana?
Kindang, Januari 2026
Pertigaan
di pusat perbelanjaan di pertigaan antara kantor bupati, rumah sakit, dan pantai itu
kau memilih mematung di jalan
tak memilih apa dan kemana
di tanganmu yang gemetaran
sampah dari rumah sedang ingin berpindah tempat
kau berpikir sejenak atau barangkali lama sekali
langkahmu tergesa ke kantor bupati, kemudian..
lalu, bau menyengat. pertigaan penuh sumpah serapah sambil menutup hidung
Kindang, Januari 2026








