Mengulik Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar, Siapa Pemiliknya?

Mengulik Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar, Siapa Pemiliknya?
Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar-foto/Dokpri
Bacakan Artikel

 

Klikhijau.com - Dari pinggiran Kota Makassar, tepatnya di persimpangan Jalan Bumi Permata Sudiang (Perumahan Bumi Permata Sudiang 1). Jalan tersebut yang tidak terlalu ramai seperti jalan tol, namun selalu dilalui kendaraan maupun warga, berdiri sebuah instalasi utilitas listrik berbentuk panel putih krem tinggi. Panel itu ditopang oleh dudukan beton berlapis keramik biru yang warnanya sudah pudar, terkelupas, dan dipenuhi jejak stiker iklan sedot WC.

Tepat di antara tiang beton abu-abu dan kotak panel tersebut, ada sebuah pemandangan yang sukses membuat saya geleng-geleng kepala, mengelus dada sambil mengelus dahi, terlihat seonggok kantong plastik transparan berisi sampah rumah tangga, diikat rapi dengan simpul simetris, tergeletak anggun di sana.

Yang membuat keberadaan kantong sampah itu bukan sekadar kotoran biasa, melainkan sebuah misteri yang sangat menjengkelkan, adalah cara sang oknum meletakkannya. Keberadaannya begitu misterius, entah sudah berapa lama mangkrak, dari pandangan penulis sudah dua pekan barang itu berada, luput dari pandangan perangkat desa, pasalnya hingga hari ini, Minggu 9 Agustus 2026 kantong plastik bening berisi sampah itu masih nyaman diposisinya.

Sampah itu tidak dilempar asal dari atas motor. Tidak pula diseret atau digeletakkan di tanah begitu saja.

Pemiliknya menempatkannya dengan sangat presisi di atas dudukan keramik biru, seolah-olah tempat itu memang sebuah podium pajangan khusus yang sengaja didesain oleh arsitek kota untuk memamerkan sisa mika makanan, pembungkus plastik, dan gulungan tisu bekas.

Saya mulai menyadari keberadaan "karya seni" tidak diundang ini lebih kurang sepekan mengendap.

"Siapa sebenarnya manusia yang punya estetika aneh begini?" gumamku sembari memandangi kantong plastik itu. "Kalau mau buang sampah sembarangan, kenapa harus diikat sekencang dan serapi itu? Lalu kenapa ditaruh di atas keramik tempat panel listrik? Apakah dia pikir ini rak pajangan museum?"

Rasa penasaran bercampur jengkel itu ku tuangkan dalam media ini, agar segera dibereskan keberadaannya. Keberadaan oknum ini menjadi topik perbincangan paling hangat, mengalahkan isu kenaikan harga telur maupun rumor tetangga sebelah yang baru membeli mobil baru. Siapa sebenarnya sosok di balik tindakan absurd ini?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2