Mengulik Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar, Siapa Pemiliknya?

Mengulik Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar, Siapa Pemiliknya?
Misteri Kantong Plastik di Samping Kotak Listrik di Makassar-foto/Dokpri
Bacakan Artikel

Teori-teori konspirasi liar pun mulai bermunculan di benakku. Menurutku, pelaku pastilah seorang pelari pagi (runner) yang sangat berdedikasi tinggi namun memiliki moralitas yang bengkok. "Pasti dia lari pagi sambil menenteng sampah dapur dari rumahnya. Pas sampai di tiang listrik, dia lelah, lalu ditaruhlah sampah itu di atas keramik biru. Biar tidak perlu membungkuk ke tanah!" tuduhku.

Teori berikutnya pelaku adalah pelari pagi, ikatan plastiknya tidak akan serapi itu. "Lihat simpul bagian atas plastiknya! Itu simpul mati ganda yang simetris, tegak lurus ke atas seperti kuping kelinci. Ini pekerjaan orang yang memiliki ketelitian tinggi, tapi sayangnya otak dan kesadaran lingkungannya sangat tumpul".

Misteri ini makin menjadi-jadi karena dalam sepekan, setiap kali sampah lama diangkut oleh petugas kebersihan, kantong plastik baru dengan bentuk, posisi, dan gaya pengikatan yang persis sama selalu kembali muncul dari pandanganku. Selalu di tempat yang sama, menumpang di atas keramik biru, bersandar manis di tiang beton dan box panel utilitas, tepat di keramaian lalu lalang kendaraan seolah depresi melihat kelakuan sang oknum.

"Ini bukan manusia biasa, ini hantu sampah!"gumamku.

Pemandangan tak biasa ini tentu melelahkan mata orang-orang yang melintasinya. Cara dia meletakkan sampah itu seakan-akan menyampaikan pesan implisit.

Oknum ini pasti sudah tahu bahwa ini bukan tempat sampah, tapi pelakunya menaruhnya di gardu panel listrik dengan sangat rapi agar orang-orang bingung harus marah atau heran.

Hingga detik ini, kantong plastik bening itu tetap bersandar tegak tepat di panel listrik tersebut, seolah sang oknum tersenyum mengejek di balik kegelapan.

Sementara identitas sang oknum pembuang sampah misterius di atas dudukan keramik biru itu masih gelap gulita. Dia menjadi legenda urban lokal yang paling dibenci sekaligus memicu rasa penasaran. Keberadaan kantong plastik yang selalu tertata rapi di samping kotak utilitas itu menjadi monumen harian atas betapa menjengkelkannya kombinasi antara kedisiplinan yang salah tempat dan tingkat kesadaran lingkungan yang nol besar.

Hingga hari ini, Senin 8 Agustus 2026 plastik sampah itu belum ada yang memindahkan, masih terpajang rapi di tempatnya (samping kotak Listrik bertegangan tinggi).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2