Pohon Waru, Bahan Mesiu dari Kerajaan Gowa

Klikhijau.com โ€“ Pohon waru itu tumbuh liar di Kebun Denassa. Sifatnya liarnya itulah membuatnya tidak banyak diperhatikan. Karena bisa tumbuh liar, pohon waru bukanlah pohon asing dan keberadaannya...

Pohon Waru, Bahan Mesiu dari Kerajaan Gowa
Bacakan Artikel

Penggunaan daun waru sebagai detergen ini bisa mengatasi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh detergen berbahan kimia. Karena daun waru termasuk bahan baku detergen yang ramah lingkungan.

Saponin ย sendiri merupakanย  senyawa bahan alam penghasil busa yang dapat dimanfaatkan pada industri deterjen, sabun dan shampoo.

Keunikan dan kelebihan lain yang dimiliki daun waru jika dibandingkan dengan sabun atau deterjen kimia karena lebih ekologis dan ekonomis.

Limbah daunnya mudah terurai sehingga tingkat pencemarannya hampir tidak ada. Air bekas cucian dari detergen daun pohon ini bisa diurai mikroorganisme. Dengan demikianย  tidak mencemari lingkungan. Bahkan daunnya memiliki potensi yang bisa mengembalikan kelestarian lingkungan.

Sementara kayunya, bisa dimanfaatkan menjadi gagang kapak, parang atau perkakas lainnya dan juga bisa diukir menjadi kerajinan tangan. Sedangkan pepagan atau kulit kayunya digunakan untuk tali.

Menurut Denassa pemanfaatan kulit waru sebagai tali ini untuk menyiasati semakin minimnya produksi rotan, sehingga masyarakat banyak beralih memanfaatkan kulit waru sebagai pengikat.

[irp]

Ciri-ciri pohon waru

Pohon waru yang tumbuh di kebun Denassa, adalah jenis yang banyak terdapat di Indonesia. Pohonnya kecil, tingginya bisa mencapai 10 hingga15 meter.

Pohon ini memiliki diameter 40 hingga 50 cm dengan tajuk rimbun dan percabangan menyebar. Ia memiliki batang lurus atau bengkok, pepagannya berwarna abu-abu kecokelatan, berlenti sel. Akar biasanya tumbuh pada cabang atau ranting yang menyentuh tanah.

Sementara daunnya penumpu bundar telur atau sekilas seperti bentuk jantung. Ukurannya ย 3x1,5 cm. Pada bekas daun penumpu bentuk cincin melingkar ranting.

Daunnya tunggal, tersebar spiral, dan bertangkai. Panjang daunnya bisa mencapai hingga 12 cm, tangkainya berbulu atau gundul.

Bunganya tersusun payung menggarpu,bunga besar, diameternya bisa mencapai 12 cm. warnanya kuning hingga merah oranye. Sementara untuk buahnya berbentuk kapsul (buah kapsul), bulat telur, pada ujung meruncing.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: