Pengukuhan Green Ambassador, Wujud Komitmen Majukan Pendidikan Lingkungan Hidup

oleh -158 kali dilihat
Pengukuhan Green Ambassador
Pengukuhan Green Ambassador-foto/Ist

Klikhijau.com – Pendidikan Green Youth Movement (GYM) telah menjadi wadah penting sekaligus harapan baru bagi model pendidikan lingkungan Indonesia.

GYM dengan orientasi pada penguatan kapasitas siswa dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk penyelamatan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Pada hari Kamis, 16 November 2023, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya melantik 1.979 peserta Green Youth Movement  (GYM).

Selain melantik, Menteri Siti juga mengukuhkan Green Ambassador Indonesia yang berasal dari 1.068 sekolah.

KLIK INI:  Ragam Ide Pendidikan Lingkungan untuk Anak Usia Dini!

Mereka ini telah mengikuti proses pendidikan selama kurang lebih empat bulan terakhir di 114 UPT KLHK dan KPH Perhutani sebagai simpul belajar di 35 provinsi.

Green Ambassador yang dikukuhkan pada saat itu juga merupakan Kader Konservasi sebanyak 12 orang yang berasal dari 8 UPT Direktorat Jenderal KSDAE.

Mereka yang ditetapkan menjadi Green Ambassador juga telah mengikuti pendalaman orientasi tentang lingkungan dan kehutanan.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut menurut Menteri Siti, merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini KLHK, untuk memajukan pendidikan lingkungan hidup.

Kegiatan tersebut juga ditujukan bagi kepentingan masa depan kita bersama dan bagi kemajuan pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia.

KLIK INI:  11 Lagu Anak-anak yang Cocok jadi Bekal Pendidikan Lingkungan

“Dengan lahirnya Green Ambassador dari generasi muda, kita harapkan gerakan memulihkan lingkungan akan jauh lebih masif, inklusif, dan inovatif, sehingga bumi dapat kembali pulih dan nyaman untuk ditinggali,” kata Menteri Siti pada Wisuda Green Ambassador di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Menteri Siti juga mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, Menteri Siti bersama jajarannya di KLHK dan para akademisi, akan terus mengembangkan hal ini hingga akhirnya dapat menghasilkan sesuatu yang cemerlang bagi kemajuan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan Indonesia.

“Dari perkembangan yang saya terus ikuti selama 9 tahun ini, saya percaya generasi muda akan terus berinovasi, dan makin terlibat dalam aktivitas-aktivitas bagi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan hidup di sekitar,” ujarnya.

KLIK INI:  Panitia Kongres PA Sulsel Dititipi Percepatan Rehabilitasi Hulu
Permintaan di musim hujan

Seiring datangnya musim hujan, Menteri Siti juga meminta para Green Ambassador untuk mengajak masyarakat turut serta menanam setidaknya 25 pohon seumur hidup. Kemudian mereka melakukan penilaian kegiatan penanaman tersebut di masing-masing simpul belajarnya.

“Jadi nanti Green Ambassador yang menilai dan menyampaikan apresiasi dari Menteri LHK bagi masyarakat yang menanam 25 pohon. Saya minta tolong didesain juga nanti mekanismenya seperti apa,” katanya.

Hal penting lain yang dikemukakan Menteri Siti yaitu pengembangan Citizen Score Card. Melalui Citizen Score Card ini, para Green Ambassador merangkum dan mengumpulkan  berbagai catatan di ruang publik pada masing-masing wilayah simpul belajar, untuk kemudian direview setiap 2 bulan bersama KLHK.

KLIK INI:  Melirik 7 Lagu Rhoma Irama dengan Pesan Lingkungan yang Menggugah

“Dengan begitu, kerja-kerja birokrasi KLHK benar-benar nyata, berdekatan, bersama-sama, dan saling mengikat dengan society atau rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Founder Institut Hijau Indonesia, sekaligus penggagas Green Youth Movement, Chalid Muhammad menyampaikan para Green Ambassador memegang amanah mendapat SK dari Menteri LHK sebagai Green Ambassador. Salinan SK akan diserahkan melalui UPT KLHK sebagai masing-masing simpul belajar.

“Jadilah Green Ambassador yang memberikan inspirasi dan mendorong lingkungan hidup yang makin baik, juga Indonesia yang makin baik,” katanya. ***

KLIK INI:  Isu Perubahan Iklim Perlu Diinternalisasi dalam Kurikulum Pendidikan