Kuantitas dan Kualitas Air Sungai di Seluruh Dunia Alami Penurunan?

Klikhijau.com – Sungai memiliki peran penting bagi manusia. Bahkan bagi hampir semua makhluk hidup. Sayangnya, saat ini banyak sungai yang tercemar. Semuanya karena ulah manusia. Padahal, Sungai me...

Kuantitas dan Kualitas Air Sungai di Seluruh Dunia Alami Penurunan?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sungai memiliki peran penting bagi manusia. Bahkan bagi hampir semua makhluk hidup. Sayangnya, saat ini banyak sungai yang tercemar. Semuanya karena ulah manusia.

Padahal, Sungai menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat. Tidak sedikit dari alirannya yang diolah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, saat ini pengelolaan air saat ini memiliki banyak tantangan. Bukan hanya masalah pencemaran. Namun, tantangan lain yang cukup meresahkan adalah perubahan iklim, peningkatan kekeringan, dan hujan badai.

Tantangan tersebut tidak hanya memengaruhi kuantitas air, namun juga kualitasnya.

Meski begitu, menurut laporan terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pemahaman kita saat ini mengenai masalah ini masih belum memadai.

Namun,  sekelompok ilmuwan internasional telah mengumpulkan sejumlah besar penelitian mengenai kualitas air di sungai di seluruh dunia.

Studi yang dipublikasikan di Nature Review Earth and Environment menunjukkan bahwa kualitas air sungai cenderung memburuk saat terjadi cuaca ekstrem.

Ketika kejadian-kejadian ini menjadi lebih sering dan parah akibat perubahan iklim, kesehatan ekosistem dan akses manusia terhadap air bersih mungkin semakin terancam.

Analisis tersebut mengamati 965 kasus perubahan kualitas air sungai selama cuaca ekstrem seperti kekeringan, gelombang panas, hujan badai, dan banjir, serta perubahan iklim jangka panjang (multidecadal).

“Kami mengamati berbagai unsur kualitas air seperti suhu air, oksigen terlarut, salinitas, dan konsentrasi nutrisi, logam, mikroorganisme, obat-obatan, dan plastik,” kata pemimpin penulis studi Michelle van Vliet dari Universitas Utrecht.

Memburuk saat kemarau

Temuan menunjukkan bahwa dalam sebagian besar kasus. Kualitas air cenderung memburuk selama musim kemarau dan gelombang panas (68%), hujan badai dan banjir (51%), dan perubahan iklim jangka panjang (56%).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2