Ini Dampaknya Jika Kadar Gas Rumah Kaca di Atmosfer Meningkat!

Klikhijau.com - Pada umumnya Gas Rumah Kaca (GRK) dihasilkan dari aktivitas manusia setiap harinya. Misalnya dari kebiasaan membakar sampah dan memakai kendaran bermotor, penggundulan hutan, asap pabr...

Ini Dampaknya Jika Kadar Gas Rumah Kaca di Atmosfer Meningkat!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pada umumnya Gas Rumah Kaca (GRK) dihasilkan dari aktivitas manusia setiap harinya. Misalnya dari kebiasaan membakar sampah dan memakai kendaran bermotor, penggundulan hutan, asap pabrik, penggunaan AC, penggunaan pestisida dan lainnya.

Dilansir dari Encyclopedia gas rumah kaca adalah jenis gas yang memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari yang mengenai bumi. Jenis gas ini seperti karbondioksida co2, metana, nitrogen dioksida, dan gas cholorofluorocarbons.

Sebenarnya efek rumah  kaca dibutuhkan untuk menjaga kestabilan suhu bumi agar tetap hangat. Maka tanpa adanya gas rumah kaca akan kondisi bumi mendingin.

Secara alami gas karbondioksida co2, metana dan nitrogen dioksida adalah gas yang secara alami terkandung di dalam atmosfer.

Namun, sejak tahun 1950-an gas karbondioksida mengalami peningkatan secara drastis karena aktivitas industri  dan aktivitas manusia terus menciptakan gas cholorofluorocarbons(CFCs), zat yang membuat efek gas rumah kaca menjadi memburuk dan berbahaya.

Dampak peningkatan gas rumah kaca

Berikut ini beberapa efek yang akan terjadi jika gas rumah kaca meningkat:


  1. Menipisnya lapisan ozon


Lapisan ozon adalah lapisan yang paling penting bagi bumi. Sebab lapisan ozon akan menghalangi sinar ultraviolet yang berbahaya dari matahari ketika sampai pada perrmukaan bumi.

Jika lapisan ozon  rusak maka seluruh makhluk hidup akan terdampak bermacam macam penyakit. Bahkan cuaca yang semakin panas kita rasakan sehari hari bisa jadi menjadi gejala menipisnya lapisan ozon.


  1. Kerusakan ekologi


Tak hanya bagi manusia, ketika efek rumah kaca/pemanasan global terjadi, hewan akan cenderung melakukan migrasi dari kutub es ke arah pegunungan, tumbuhan pun akan mengubah arah tumbuhnya dengan mencari tempat baru untuk pindah.

Namun aktivitas pembangunan manusia menghalangi hal tersebut membuat spesies terhalangi untuk melakukan perpindahan karena terlahangi lahan yang dibanguni manusia.


  1. Mencairnya es kutub


Pada dasarnya kosentrasi CO2 (Karbondioksida) menjadi faktor paling utama peningkatan pemanasan global. Ketika suhu meningkat lapisan salju dan es di kutub akan menurun.

Melansir dari DW, sebanyak 500 pakar iklim mendiskusikan tentang dampak yang akan muncul ketika pemanasan global terjadi. Selain mengancam keberdaan flora dan fauna, dampaknya pada manusia pun akan begitu besar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2