Demi Kesehatan dan Lingkungan, Terapkan Gaya Hidup Ini

oleh -144 kali dilihat
https://twibbon.link/en/Memperingati-Hari-Pejalan-Kaki-Nasional.s!=15021
Ilustrasi orang berjalan kaki/Foto-grid.id

Klikhijau.com – Kesehatan adalah harta yang tidak bisa dinilai harganya. Sehat itu mahal. Begitu yang dikatakan orang. Bukankah begitu?

Akhir-akhir ini, kesehatan tubuh dan kelestarian lingkungan menjadi dua topik yang kerap menjadi pembahasan khusus. Dua isu ini pada dasarnya memang saling berkesinambungan satu sama lain.

Laporan survei global Tetra Pak Index 2019 menunjukkan hal tersebut. Hampir tiga dari lima koresponden bahkan berpikir bahwa kesehatan dan kesejahteraan mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan.

Ada keyakinan yang berkembang bahwa gaya hidup saat ini, khususnya makan dan minum, memiliki dampak mendasar pada kesehatan dan kelestarian lingkungan.

KLIK INI:  Mengenal ‘Green Science’ dari Garnier, Tren Gaya Hidup Berkelanjutan

Bagaimana hubungan antara kesehatan dan kelestarian lingkungan? Simak ulasan berikut ini.

# Lebih seringlah berjalan dan bersepeda

Saat ini orang-orang lebih memilih kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor sebagai alat transportasi sehari-sehari. Baik untuk pergi ke kantor, kampus, sekolah, ke tempat perbelanjaan atau tempat lainnya.

Ini mengakibatkan kondisi bumi semakin panas, sulit mencari area teduh, dan polusi udara semakin menyesakkan dada.

Dampak yang ditimbulkan pun semakin mengkhawatirkan dan memicu berbagai penyakit berbahaya. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara dengan tingkat pencemaran yang tinggi.

Berjalan dan bersepeda adalah salah satu pilihan yang lebih sehat dan ramah lingkungan dibandingkan dengan menyetir. Berjalan dan bersepeda dapat mengurangi 1200 ton polutan timbal pertahun, yang berasal dari jutaan knalpot pada kendaraan bermotor.

Dengan berjalan dan bersepeda, tubuh bisa lebih sehat dan juga dapat mengurangi polusi.

# Mengonsumsi makanan organik

Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan tanpa input sintetis seperti pestisida dan pupuk kimia. Tidak mengandung organisme hasil rekayasa genetika dan tidak diproses menggunakan radiasi, pelarut industri, atau makanan tambahan kimia.

Masyarakat saat ini kebanyakan sudah mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan.

Bukan hanya soal rasa tentunya. Ini lebih kepada bagaimana makanan tersebut diolah dan diproduksi secara aman dan sehat, misal bahan makanan organik.

Bahan pangan organik diyakini aman karena tidak menggunakan pupuk kimia, pestisida, dan benih transgenik.

Begitu juga dengan hewan ternak seperti sapi, ayam, atau unggas lain yang dipelihara secara organik tidak menyertakan substansi seperti antibiotik dan hormon pertumbuhan.

KLIK INI:  Musisi Tony Rastafara Ajak Warga Bali Ramaikan Pesta UMKM “Apa Kabar Kita”
# Jangan menyisakan makanan

Dikutip dari Kompas.com, Jakarta menghasilkan 7.500 ton sampah per harinya. Sebanyak 4.050 ton di antaranya adalah sampah makanan.

Sayur dan buah adalah makanan yang paling banyak terbuang, sekitar 30 persen. Produk daging sekitar 20 persen, produk susu 20 persen, dan sereal 20 persen.

Sampah organik seperti sisa makanan mengandung gas metan yang dapat merusak lingkungan dan mengubah iklim.

Cara untuk mengurangi angka food loss dan food waste ini adalah dengan berbelanja serta makan secara bijak. Mengurangi bahan makanan yang terbuang berarti berkontribusi dalam menekan pencemaran lingkungan.

# Membeli produk makanan ramah lingkungan

Dikutip dari Kompas.com, survei global Tetra Pak Index 2019 menyebut, 82 persen konsumen Indonesia setuju bahwa kerusakan lingkungan dapat tertangani jika mampu mengubah kebiasaan yang ada saat ini.

Lebih dari 80 persen konsumen juga setuju akan pentingnya gaya hidup sehat dan hidup dengan dampak yang minimal.

Karena itu, mengonsumsi makanan yang menggunakan kemasan ramah lingkungan sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat modern.

# Menjadi vegan

Menjadi vegan (tidak mengonsumsi segala jenis daging hewan dan produk-produk hewani) dianggap sebagai kepedulian terhadap lingkungan, hewan, dan kesehatan tubuh manusia.

Mengurangi konsumsi makanan berlemak terutama lemak jenuh dari daging, berpotensi mengurangi berbagai penyakit berbahaya. Misalya penyakit jantung, kanker, stroke, dan diabetes.

Tapi, menjadi seorang vegan juga tidak bisa sembarangan. Tetap harus mengonsumsi makanan kaya protein, karbohidrat, vitamin, dan lemak dalam jumlah seimbang sesuai kebutuhan tubuh.

KLIK INI:  Ini 9 Tips Sederhana Bersepeda Sembari Membawa Pesan Edukasi Lingkungan!