Hujan sore ini berbeda. Lebih menderas. Lebih mengiris. Sangat menguras
Topik: Cerpen
Waktu Terbaik Mencintai Hujan
Klikhijau.com – Kali di depan rumah tercipta dari kencing. Suatu
Lelaki Pinisi dan Sepotong Senja
Klikhijau.com -Sudah menjadi ritual di pagi hari Sula ketika bangun
Hujan di Kota M
2014. Suatu ketika entah bagaimana Raka tiba-tiba mengingat suatu peristiwa.
Langit Mahakam dan Kupu-Kupu Bantimurung
Pohon yang dulu berimbun, tiada hentinya tertiup angin kemarau. Daun-daun
Senandung Terasing Lia di Tepian Sungai Balangtieng
Di kebun itu, waktu menguap seperti embun yang enggan menyentuh
Pohon Langit di Borong Karamaka
Borong Karamaka benar-benar sunyi dan tenang, jauh dari gemuruh peradaban
Pohon Terakhir di Bumi
Gerah. Keringat tak ada lagi yang tersisa dari tubuh. Sejak
Pantai yang Bersalin Nama
Anak-anak berhamburan ketika lelaki itu datang. Meninggalkan mainannya di Turungan
Gadis Iklim
Ketika pentungan polisi menghantam kepalaku. Tetiba wajah girang Awanara sedang
Resep Masakan dari Sungai
Di tengah kemelut ketidak-stabilan ekonomi yang melilit leher rumah tangganya.
Pohon Ludah
Jam menunjukkan angka 10 lewat 57 menit. Aku tiba sangat
Pohon Kehidupan
Kakiku basah oleh air mataku sendiri. Aku berjalan sambil menunduk.
Secangkir Kopi yang Hutan
Di tepi sebuah kota yang terkubur dalam samudra sampah, sebuah
- 1
- 2
- …
- 4
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.












