Semarak Aksi Muda Jaga Iklim 2022 di Momen Hari Sumpah Pemuda

oleh -28 kali dilihat
Semarak Aksi Muda Jaga Iklim 2022 di Momen Hari Sumpah Pemuda

Klikhijau.com – Memperingati hari Sumpah Pemuda, Penjaga Laut bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Perhutani, Pramuka dan Yayasan EcoNusa, akan menggelar Aksi Muda Jaga Iklim (AMJI) 2022 pada Sabtu (29/10).

Hal tersebut disampaikan dalam media briefing AMJI 2022 di Jakarta (27/10) dengan narasumber Pina Ekalipta, Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung, Dian Banjar Agung, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA DKI Jakarta, Nina Nuraisyiah, Direktur Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa dan Yolanda Parede, Koordinator Nasional Penjaga Laut.

AMJI merupakan aksi nyata orang muda Indonesia terhadap dampak krisis iklim yang semakin terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di tahun kedua ini, AMJI akan dilaksanakan serentak di 279 titik* yang tersebar di seluruh Indonesia.

Yolanda Parede, Koordinator Nasional Penjaga Laut mengatakan bahwa antusiasme organisasi/komunitas orang muda dalam AMJI 2022 ini meningkat dari tahun sebelumnya.

KLIK INI:  Bangun Jejaring Kerja, Dirjen KSDAE KLHK Gelar Pertemuan Anggota Taman Warisan ASEAN 

“Aksi yang dilakukan juga beragam mulai dari bersih pantai, tanam mangrove, transplantasi terumbu karang, cabut paku, pentas seni, Eco-fashion dan masih banyak lagi.”

Nina Nuraisyiah, Direktur Komunikasi dan Mobilisasi Anak Muda Yayasan EcoNusa menyatakan bahwa orang muda sudah harus tanggap terhadap krisis iklim dengan bersuara akan pentingnya menjaga bumi sambil melakukan aksi-aksi nyata yang ramah lingkungan.

“Aksi bersama khususnya yang dilakukan orang muda dalam upaya menjaga bumi harus didorong terus menerus untuk menularkan gaya hidup ramah lingkungan kepada publik sehingga dapat menahan dampak krisis iklim.” ujarnya.

Krisis iklim adalah ancaman bagi negara kepulauan seperti halnya Indonesia. Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah yang paling rentan menerima dampak, karena sewaktu-waktu dapat tenggelam karena kenaikan permukaan air laut.

Salah satu upaya menahan laju perubahan iklim di wilayah pesisir adalah dengan mangrove. Mangrove mempunyai kemampuan bertahan terhadap kenaikan permukaan laut dan mampu menyerap serta menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak dari hutan tropis dengan luas yang sama.

Hal itu mendorong AMJI 2022 melakukan aksi tanam mangrove di titik utama yakni di Tangerang, Banten dan di beberapa titik lainnya seperti di titik Aceh, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku dan lainnya.

KLIK INI:  Jaring Nusa, Kolaborasi untuk Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil di KTI