Saatnya Berkenalan dengan Beberapa Jenis Kerang Penghasil Mutiara

oleh -467 kali dilihat
Kerang penghasil mutiara
Kerang penghasil mutiara -foto/Pixabay

Klikhijau.com – Kerang dan mutiara. Keduanya kerap dijadikan kisah inspirasi. Karena keduanya  menggambarkan ketangguhan dan sebuah nilai.

Kerang, menyulap rasa sakit menjadi mutiara. Pasir yang masuk ke dalam cangkangnya diselimuti dengan cairan agar tak menyakiti si kerang.

Semakin lama, cairan itu berkumpul dan membentuk sebuah benda yang sangat mengagumkan, yang kemudian kita kenal dengan nama mutiara.

Sementara mutiara, tak pernah kehilangan pesonanya. Ia bisa berkilau di mana pun berada, bahkan dalam lumpur pekat sekali pun.

KLIK INI:  Tidak Terduga, Ini 9 Sumber Mikroplastik yang Patut Diwaspadai

Kisah inilah yang kerap memberi inspirasi bagi seseorang untuk tidak mudah menyerah. Menjadi bernilai di mana pun berada, tidak ikut arus pada hal-hal yang menyesatkan.

Mutiara dihasilkan dari “penderitaan” kerang atau tiram. Kerang di dunia ini cukup beragam. Namun tak kerang menghasilkan mutiara yang bagus dan bernilai tinggi di pasaran..

Mutiara sendiri dikenal sebagai suatu benda yang keras.  Diproduksi di dalam jaringan lunak dari moluska hidup. Ia  terbentuk dari kalsium karbonat. Bentuknya kristal. Disimpan dalam lapisan-lapisan konsentris.

Di pasaran, mutiara dihargai mahal. Ia telah menjadi gaya hidup dan sebagai penunjuk status sosial. Sebab hanya orang tertentulah yang bisa memilikinya, khususnya perhiasan disebabkan harganya yang melangit

Konon orang yang pertama menggunakan mutiara  adalah raja Yunani Xerxes. Saking berharganya mutiara saat itu, ia disandingkan dengan harga kepala manusia.

Ketikan itu, benda berkilau ini dipercaya sebagai jimat yang mampu membawa keberuntungan. Khususnya sat terjadi perang. Selain itu, juga dijadikan obat sebagai  penyembuh  penyakit.

Saat ini budidaya kerang mutiara telah marak dilakukan. Tiram mutiara atau kerang mutiara ini bernama latin Familia Pteriidae merupakan bahan perhiasan yang memiliki harga tinggi dan mengandung kesan kemewahan.

Namun, sekali lagi, tak semua kerang bisa menghasilkan mutiara yang bagus, pun tak semua kerang yang menghasilkan mutiara memiliki warna yang sama. Berikut jenis kerang penghasil mutiara:

  •  Pinctada maxima

Jenis karang ini tak memiliki kepala. Ia termasuk organisme yang membawa nilai ekonomi cukup tinggi. hal itu disebabkan karena dpat menghasilkan mutiara. Kerang ini juga dikenal dengan nama kerang mutiara bibir emas atau perak.

KLIK INI:  Menobatkan Hutan sebagai "Sultan" yang Sesungguhnya
  • Pinctada margaritifera

Kerang ini merupakan primadona negara-negara Pasifik Selatan. Ia dapat menghasilkan mutiara berwarna cream sampai dengn warna hitam

  • Pinctada fucata

Ia mempunyai dua kutup yang dihubungkan oleh kedua engsel lurus yang cukup panjang dan cangkangnya mempunyai panjang yang  sedikit lebih besar. Banyak dibudidayakan di Jepang. Ia menghasilkan kerang mutiara akoya

  • Pteria penguin

Dikenal oleh masyarakat dengan nama tiram sayap penguin. Nama itu diambil dari tanaman yang berda diwilayah Indo-Pasifik Barat dan Tengah.

Kerang ini ditemukan dipantai Afrika Timur dan Laut Merah yang menuju ke India, China Selatan, Filipina, Australia, Jepang Selatan dan Indonesia.

  •  Kerang mutiara air tawar

Jenis ini berbeda dengan empat jenis kerang di atas. Karena kerang ini tak hidup di air asin, tapi hidup di air tawar.

Ia termasuk spesies hewan invertebrata. Cara hidupnya adalah menempel pada subtrack dan memakan jenis-jenis plankton. Mutiara yang dihasilkan berasal dari remis seperti,  Cristaria plicata, Hyriopsis cumingii, dan Margaritifera margaritifera,

KLIK INI:  Polusi Cahaya, Ancaman Serius bagi Burung yang Bermigrasi

Hal menarik dari mutiara adalah karena  merupakan satu-satunya batu permata di dunia yang diekstraksi dari binatang hidup.

Setelah ekstraksi mutiara, memang ada beberapa tiram yangmati, namun banyak yang tetap hidup dan tetap menghasilkan mutiara.

Sifat lain yang ditemukan pada bahan perhiasan mewah ini adalah warnanya. Ia  memiliki warna khas. Warna ini dipengaruhi oleh  unsur-unsur di dalam kerang. Ada yang putih dan gading, ada  merah muda, hitam, ungu dan bahkan berwarna emas.

Pertanian atau budidaya mutiara ini memiliki naman tersendiri, yakni perikultur. Stilah  biasanya dirujuk untuk pertanian mutiara budidaya.

Saking menggiurkannya harga permata satu ini, pada tahun 1916, seorang desainer perhiasan bernama Jacques Cartier mampun  membuka sebuah toko di 5th Avenue. Dan ia hanya menjual dua kalung mutiara.

Kerang dan mutiara, meski tak semua orang bisa memakai dan memilikinya. Namun, kisah ketangguhan dan nilai yang dimilikinya, bisa dimiliki pula oleh setiap orang.

KLIK INI:  Mewaspadai Peralihan Rawa dari Penyerap Karbon ke Sumber Karbon