Minum Kopi, Ritus yang Bisa Melestarikan Bumi

oleh -12 kali dilihat
Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Minum kopi sambil mendengar lagu Bugis. Rasanya jadi kawan yang pas untuk memulai tulisan perihal kopi pula.

Minum kopi telah jadi ritus yang dilakukan banyak orang. Saya termasuk salah satu dari banyak orang yang suka minum kopi.

Tren minum kopi memang semakin meningkat. Penggemarnya bukan hanya dari kaum lelaki, tapi banyak pula dari kaum hawa. Pun menyentuh semua kalangan usia.

Berkumpul dengan kawan rasanya akan kurang tanpa suguhan kopi. Di kampung saya, tak akan lengkap rasanya jika ada tamu tanpa disuguhi kopi.

KLIK INI:  Studi Terbaru, Pulp Kopi dapat Dimanfaatkan untuk Konservasi Hutan

Kopi telah jadi penyambung silaturahmi yang indah. Apa pun jenis kopinya. Banyak ahli kesehatan pula yang menyarankan minum kopi karena bisa menghindarkan berbagai penyakit.

Di antara penyakit yang bisa dicegah, yakni penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung.

Minuman yang ditemukan oleh bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu ini terus saja berkembang bahkan menjadi minuman paling populer di dunia.

Dibudidayakan lebih 50 negara

Kopi telah menjadi satu komoditas yang dibudidayakan lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Pada umumnya tanaman ada dua jenis, yakni kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea canephora).

Untuk mendapatkan segelas kopi yang siap diseruput tidaklah mudah. Setelah dipetik, buah kopi akan dijemur terlebih dahulu, setelah kering akan dipisahkan kulit luarnya. Buah kopi memiliki dua lapis kulit dan pada bagian terdalam terdapat biji, biji inilah yang diolah menjadi minuman.

Setelah biji bagian dalam tersedia, biji tersebut kemudian disangrai lalu dihaluskan dalam bentuk bubuk. Bubuk kopi inilah yang jadi berbagai olahan minuman.

Saat ini varian olahan kopi semakin banyak. Kopi tak hanya jadi minuman, tapi juga disulap jadi cemilan dan permen, bahkan merambah pula pada dunia kecantikan dengan menjadikannya masker wajah.

Di Indonesia, produksi  telah melebihi 400 ribu ton per tahunnya. Tentu itu merupakan kabar gembira, sebab di samping rasa dan aromanya yang khas dan menarik, kopi juga telah menjelma sebagai penyambung silaturahmi, menyangkal berbagai penyakit, dan teman begadang.

Selain itu, ritus ngopi atau minum kopi juga bisa berdampak baik pada lingkungan dan ekonomi.

Bagaimana bisa? Itu karena tanaman kopi bisa menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai tanaman buah yang kurang suka berinteraksi langsung dengan sinar matahari. Pohon kopi membutuhkan banyak naungan pohon lain yang lebih besar dari pohon kopi itu sendiri.

Tujuannya adalah menghalau sinar matahari agar tidak “meneror’ si pohon kopi. Hal inilah yang membuat pohon-pohon besar di kebun kopi akan tetap terjaga, petani kopi enggan menebangnya karena bisa mengancam keberlangsungan pohon kopinya.

KLIK INI:  Benarkah Bersepatu Tanpa Mengenakan Kaus Kaki Mengganggu Kesehatan?
Ramah pada tumbuhan lain

Pada tanah atau kebun yang ditanami kopi pun cenderung ramah pada tanaman lain. Di selahkan atau di bawahnya bisa ditanamai berbagai macam tanaman, semisal jahe, porang, cabai, pisang, dan lainnya.

Intinya pohon kopi sangat mendukung keanekaragaman hayati, karena cukup ramah pada jenis tanaman lain. Hal ini sudah pasti mendukung prinsip konservasi yang sedang diguangkan pemerintah

Rumput liar pun kerap tumbuh subur di bawah naungan pohon kopi, ini bisa membuat pula jadi makana bagi makhluk yang lebih kecil, belalang misalnya.

Di samping itu, buah kopi juga termasuk makanan  andalan beberapa satwa, kelelawar salah satunya, ketika buah kopi sedang memerah. Kelelawar suka bergelantungan memakannya. Rasanya yang manis barangkali menjadi daya tarik tersendiri bagi satwa penyuka malam itu.

Pada rantingnya yang rimbun pun, kerap dijadikan tempat membuat sarang beberapa jenis burung. Ini semakin menegaskan jika pohon kopi memang jadi penyelamat satwa.

Di kampung saya, batang kopi pun menjadi bahan kayu bakar paling dicari. Karena tidak mudah pupus dilahap api. Penggunaan kayu bakar ini bisa mengurangi pemanfaatan listrik dan gas elpiji. Dan tentu itu bagian dari sifat ramah lingkungan.

Karena itu, semakin banyak orang yang hobi minum kopi, akan semakin baik bagi lingkungan, bagi kelestarian bumi. Karena petani kopi akan semakin semangat pula merawat kopinya.

Sederhananya kopi akan tetap menyediakan hal baik bagi bumi, manusia dan satwa. Tidak hanya itu, tanaman kopi juga jadi barometer kelestarian lingkuang. Karena jika pemanasan global terjadi, kopi akan jadi tanaman yang paling terdampak

Hal itu disebabkan karena tanaman ini tidak menyukai hawa yang panas. Ia suka berada pada hawa dingin, tumbuh pada ketinggian dengan curah hujan yang banyak—ia menyukai berada dibawa naungan pohon-pohon besar.

Sebagai tanaman yang menyukai daerah berhawa dingin, pohon kopi termasuk jenis belukar yang berfungsi hidrologis, yakni menyimpan banyak cadangan air dan membuat bumi tetap hijau.

Jadi, selamat minum kopi, selamat  melestarikan bumi.

KLIK INI:  8 Cara Melestarikan Bumi yang Bisa Dimulai dari Diri Sendiri