Mangrove, Tanaman Pesisir yang Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Politik Indonesia

oleh -14 kali dilihat
Pelestarian Lingkungan Berada di Tangan Restorasi Mangrove
Hutan mangrove Tongke-tongke, Sinjai/foto- Idris

Klikhijau.com – Pemerintah terus berupaya melakukan rehabilitasi tanaman pesisir, yakni mangrove. Tujuannya untuk  mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir.

Mangrove dinilai sebagai satunya pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak dari bencana tsunami dan juga sebagai penguatan green economy.

Klikhijau.com – Pemerintah terus berupaya melakukan rehabilitasi tanaman pesisir yang bernama mangrove. Tujuannya untuk  mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir.

Mangrove dinilai sebagai satunya pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak dari bencana tsunami dan juga sebagai penguatan green economy.

Berkurangnya luas daratan akibat abrasi diketahui menimbulkan berbagai macam kerusakan dan degradasi lingkungan.

Dampak yang paling parah dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil, demikian pula bencana tsunami, dapat menimbulkan kerusakan besar dan merengut banyak korban jiwa.

Tidak hanya itu, peran mangrove bukan hanya sebagai pengendali abrasi pantai, tempat bermukimnya beberapa biota laut, dan tempat wisata.

Fungsi tanaman pesisir itu, rupanya cukup dalam sebagai penjaga “negara”. Menurut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, rehabilitasi mangrove berperan penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi negara ini.

Bukan hanya itu, tetapi juga kedaulatan politik Indonesia, yakni berupa keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai wilayah maritim yang memiliki laut yang luas, tidak bisa dinafikkan jika wilayah hutan mangrove  berada di daerah  pesisir  yang merupakan titik pangkal terluar untuk batas laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen wilayah Indonesia dengan batas wilayah laut negara lain di sekitarnya.

“Jangan sampai batas negara ini tergerus oleh abrasi akibat tidak adanya ekosistem mangrove,” terang Alue.

Oleh karena itu, menjaga kelestarian mangrove berarti menjaga pula negara Indonesia dari ancaman “kehilangan” batas negara.

Pengendali iklim

Bisa dibayangkan, betapa rumitnya mengukur ulang ukuran negara ini jika tanda adalah hutan mangrove, namun karena tergerus maka akan sulit lagi ditemukan titik batas negara.

Mangrove, masih menurut Alue merupakan fitur alami yang mampu secara signifikan meredam dan menurunkan abrasi laut dan juga magnitude bencana gelombang tsunami. Sehingga eskalasi bencana dan potensi kerugian, serta korban dapat direduksi.

Peran lain mangrove yang tak bisa diremehkan adalah sebagai  pengendalian perubahan iklim. Tanaman pesisir yang kini banyak dimanfaatkan sebagai tempat wisata ini, mampu  menyimpan dan menyerap karbon 4 hingga 5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan.

Karenanya dengan memperbaiki ekosistem mangrove, maka secara tidak langsung telah menyelamatkan kedaulatan ekonomi dan politik bangsa ini. Selain itu dapat  pula mendorong pembangunan hijau melalui green economy.

Mari menjaga tanaman pesisir tersebut demi negara tercinta, Indonesia

KLIK INI:  Momentum Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah Gelorakan Semangat Penanaman