KPA Mentari Sinjai: Konfigurasi Antara Alam, Seni dan Spiritualitas

Publish by -95 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
KPA Mentari Sinjai
Salah seorang anggota KPA Mentari Sinjai sedang menikmati keindahan alam di pegunungan/foto-KPA Mentari Sinjai

“Tidak perlu menjadi pahlawan untuk melakukan sesuatu yang hebat, sebab bersaing dengan manusia lain hanya akan mendapatkan piala biasa saja. Kita hanya butuh motivasi, tujuan yang menantang untuk melakukan sesuatu yang hebat”

Klikhijau.com – Itulah narasi penyemangat yang sering dipercakapkan di komunitas ini. Namanya Kelompok Pencinta Alam (KPA) Mentari Sinjai. Sebuah komunitas yang anggotanya mayoritas adalah anak-anak muda dengan visi yang sama yakni menebarkan semangat hidup lestari.

Didirikan pada tanggal 11 Februari 2001 oleh lima belas anak-anak muda Sinjai antara lain; Akmal Juhaepa, Wahid, Rudi Mudi, Udin dan lainnya. Komunitas yang bermarkas di Jalan AP Pettarani Kota Sinjai ini telah digandrungi lebih dari seratus orang anggota.

Peminatnya kebanyakan mahasiswa, pemuda dan pelajar di Sinjai. Mereka direkrut melalui tahapan yang cukup panjang.

KLIK INI:  Cinta, Harmoni dan Percakapan Semesta di Sekolah Alam Bawakaraeng

Mulai dari pendidikan dasar (indoor dan outdoor) hingga pemberian nomor anggota yang ditandai dengan penyematan slayer secara simbolik sebagai anggota penuh.

Mendaki

Ketua KPA Mentari Sinjai, Muhammad Asfar menuturkan, komunitasnya memiliki pembeda tersendiri karena menggambungkan antara alam, seni dan spiritualitas.

Makna “Mentari”

Frase ‘mentari’ itu sendiri ternyata memiliki arti khusus yakni ‘mental alam seni dan religi’. “Kami tidak hanya sekadar mendaki gunung, sesekali kami turun aksi pengajian dan berkesenian,” katanya.

Tradisi yang kental dengan religiusitas di komunitas ini ditunjukkan dengan tetap berdisiplin beribadah, terutama shalat lima waktu walau sedang berjelaga di ketinggian.

 KPA Mentari Sinjai, salat tetap paling utama

Lalu, aktivitas seni telah dijadikan bagian terpenting di komunitas ini, misalnya menciptakan kreativitas musikalisasi alam. KPA Mentari juga berkali-kali ikut perlombaan musik alam.

Mereka memilih genre musik alam, karena dengan itulah pesan-pesan alam semesta dapat disampaikan.

Penguatan tiga dimensi antara alam, seni dan spiritualitas membuat komunitas ini dapat diterima dalam masyarakat. Mereka menjadi influencer pemerhati lingkungan, sekaligus dalam hal keteladanan kaum muda.

Sejak berdiri hingga sekarang, visi KPA Mentari Sinjai tetap sama yakni: menjaga dan melestarikan alam.

Panjang umur pendaki muda progresif!

KLIK INI:  Kearifan Lokal Suku Kajang dalam Melestarikan Hutan
Editor: Ian Konjo

KLIK Pilihan!