Bermain Ponsel Saat Istirahat Tak Baik untuk Kinerja Otak, Benarkah?

oleh -78 kali dilihat
Bermain Ponsel Saat Beristirahat Tak Baik untuk Otak, Benarkah?
Ilustrasi main ponsel/foto-ist
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Harus saya akui jika sering bermain ponsel saat istirahat dari suatu pekerjaan. Tujuannya adalah mengisi waktu  istirahat.

Sebab hal tersebut saya anggap bisa menghilangkan rasa jenuh, sehingga bisa lebih semangat bekerja setelahnya. Namun, hal itu cukup keliru.

Menurut artikel yang ditulis Sarah Oktaviani Alam di health.detik.com, menggunakan atau memutar ponsel saat istirahat akan berdampak pada kinerja otak .

KLIK INI:  Ingin Menjaga Kesehatan Paru-Paru Anda? Klik Ini!

Artikel Sarah tersebut mengutip dari Times Now News bahwa Associate Professor di Rutgers University, Amerika Serikat, Terri Kurtzberg, menjelaskan menggunakan ponsel setelah mengerjakan tugas-tugas yang berat, membuat otak tidak dapat digunakan untuk bekerja secara efektif seperti semula.

“Efek ini akan terjadi. Karena selama bermain ponsel, Anda akan mengaktifkan pikiran untuk mengakses pesan, mengakses informasi, dan terus mengisi lebih banyak lagi. Jadi kompilasi mulai untuk bekerja kembali akan sulit,” jelas Terri.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Kecanduan Perilaku, para peneliti menganalisis 414 mahasiswa sarjana yang berusaha memecahkan 20 set teka-teki kata.

Di tengah jalan, mereka memberikan waktu pengambilan dan memilih untuk memilih di antara tiga barang, yaitu ponselnya, kertas bundar, atau komputer.

KLIK INI:  Headset, Ancaman Nyata Bagi Kesehatan

“Mereka yang memilih ponsel butuh waktu lebih lama 19 persen dan memecahkan 22 persen lebih sedikit dari sisa teka-teki yang ada, dari orang yang memilih memilih dengan cara lain,” katanya.

Dalam segi efisiensi dan kecepatan pasca istirahat, mereka yang memilih ponsel masih sebanding dengan yang lainnya. Namun, dari jumlah kata yang dapat diselesaikan lebih sedikit dan kinerja otaknya memburuk.

Mereka yang memilih ponsel membutuhkan waktu 19 persen lebih lama dan memecahkan 22 persen lebih sedikit sisa tugasnya.

Jadi, bagaimana dengan kamu?

KLIK INI:  Dunia Diintai Penyakit Mental karena Kesulitan Mencari Kerja