5 Strategi dan Rencana Aksi Indonesia dalam Pengurangan Sampah Plastik

oleh -190 kali dilihat
Alliance Merilis Laporan Perkembangan Program Penanganan Sampah Plastik di Indonesia
Ilustrasi sampah/foto-fixabay

Klikhijau.com – Strategi dan rencana aksi pengurangan sampah plastik memang dibutuhkan. Karena sampah jenis ini setiap saat diproduksi oleh masyarakat dalam jumlah yang banyak.

Sebagian berakhir di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), sebagian didaur ulang dan sebagiannya lagi terbuang di lingkungan, baik di darat maupun di laut.

Sampah yang telah terbuang di darat dan laut akan menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Ia menjadi bom waktu yang setiap saat mengancam.

Permasalahan sampah plastik kini telah sampai pada taraf yang sangat serius. Sehingga dibutuhkan strategi dan aksi nyata. Baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.

KLIK INI:  Polusi Plastik, Ancaman Serius bagi Peradaban Manusia

Belum lama International Atomic Energy Agency (IAEA), menggulirkan program bernama Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic).

NUTEC Plastic hadir guna memberi dukungan pada negara yang menjadi anggotanya, termasuk Indonesia. Tujuannya untuk mengintegrasikan teknologi nuklir, termasuk juga teknologi turunannya. Penggunaan teknologi itu guna menjawab persoalan dan tantangan sampah plastik.

Dengan adanya program  tersebut, diharapkan akan meningkatkan  kesadaran global akan dampak sampah plastik yang timbulannya, khususnya di laut semakin meningkat.

Tujuan lain yang ingin dicapai program NUTEC Plastic adalah untuk meningkatkan  metode produksi dan daur ulang. Metode yang digunakan adalah teknik radiasi sebagai komplemen atas praktik produksi.

Dalam hal menangani sampah plastik, Indonesia tidak tinggal diam. Sebagai salah satu anggota IAEA, Indonesia pun terus bergerak maju.

Beban Indonesia

Apalagi Indonesia telah dinobatkan sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar kedua setelah Cina.

Itu artinya, Indonesia memiliki beban tanggung jawab yang cukup besar untuk mengurai permasalahan sampahnya.

KLIK INI:  Ada Sampah Mirip “Genderuwo” di Dermaga Kayubangkoa Saat Aksi WCD

Untuk mengurai permasalahan tersebut, Indonesia telah memiliki strategi tersendiri dalam menangani limbah yang bandel itu dalam waktu jangka panjang.

Strategi itu dibeberkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat menjadi pembicara dpada acara pada acara IAEA High Level Round Table Discussion for The Asia and the Pacific Region “NUTEC Plastic: Atoms Contributing to the Search for Solutions to Plastic Pollution .

Acara tersebut digelar IAEA secara virtula. Pada saat itu, Indonesia melalui Menteri LHK mengungkapkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah plastik.

Berikut ini lima strategi dan rencana aksi Indonesia dalam pengurangan sampah plastik untuk waktu jangka panjang, yakni:

  •  Meningkatkan gerakan nasional

Gerakan ini bertujuan untuk mengelola sampah secara komprehensif. Caranya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, yang didukung oleh regulasi yang kuat. Dengan pelaksanaan di tingkat nasional dan daerah;

  •   Melaksanakan pengelolaan sampah

Pengelolaan sampah ini tidak hanya yang ada di darat, tapi juga yang ada di laut melalui  intensitas tinggi, peningkatan teknologi, dan inisiatif serta partisipasi masyarakat.

  • Meningkatkan pengelolaan sampah plastik

Peningkatan pengelolaan ini, termasuk pencemaran sampah plastik di laut dari kegiatan perikanan, transportasi, tempat dan kegiatan wisata, serta dari permukiman, khususnya di kawasan pesisir.

  • Memperkuat pembangunan

Pembangunan yang dimaksud adalah pembangunan kapasitas kelembagaan dan keuangan, pengawasan dan penegakan hukum dalam menangani masalah sampah plastik.

  • Penelitian dan pengembangan

Hal ini sangat penting, sebab melalui penelitian dan pengembangan, bisa menjadi strategi untuk mendorong inovasi dan meningkatkan teknologi.

Dengan adanya strategi tersebut, diharapkan permasalahan sampah plastik bisa diatasi. Apalagi selama ini, penggunaan wadah plastik memang masif.

Produk plastik perlahan tapi pasti menggusur produk masyarakat yang dianggap lebih ramah lingkungan, baik itu berupa wadah minum maupun wadah rumah tangga lainnya.

Plastik yang awalnya dianggap sebagai penyelamat, kini justru berbalik menikam dengan pencemarannya yang masif dan liar. Ia membawa ancaman yang serius dan nyata bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Saat ini pun keberadaan sampah plastik menjadi masalah global. Hampir di setiap tempat ditemukan sampah plastik. Bahkan di dasar laut terdalam pun telah didiami oleh plastik. Begitu pun dengan puncak gunung.

Di Indonesia sendiri, sampah plastik sangat mudah ditemukan berserakan di mana-mana. Masyarakat telah sangat nyaman membuangnya di mana pun itu tanpa rasa bersalah.

Hmmm, semoga strategi dan rencana aksi pengurangan sampah tersebut benar-benar berjalan, sehingga tidak lagi menjadi masalah di kemudian hari!

KLIK INI:  Menteri LHK Tegaskan IKN Tidak Akan Rusak Lingkungan