Mengamati Suatu Sekolah Negeri Mengurus Sampahnya, Emmmm!

Klikhijau.com – Ini semacam eksperimen kecil-kecilan di waktu senggang. Atau mungkin semirip keisengan sahaja. Suatu waktu, di jam pulang sekolah, saya sengaja berdiri depan pintu gerbang sebuah sekol...

Mengamati Suatu Sekolah Negeri Mengurus Sampahnya, Emmmm!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ini semacam eksperimen kecil-kecilan di waktu senggang. Atau mungkin semirip keisengan sahaja. Suatu waktu, di jam pulang sekolah, saya sengaja berdiri depan pintu gerbang sebuah sekolah negeri di Makassar. Dengan saksama ingin mengamati bagaimana civitas sekolah (siswa, pegawai, orang tua siswa dan guru-guru) mengurus sampah-sampahnya.

Tepat di depan gerbang sekolah, tergelatak berantakan tumpukan sampah. Bercampur sari, dari plastik bekas minuman hingga sampah organik sisa makanan. Beberapa tong sampah tak berlabel berisi tumpukan tak beraturan. Sampah kecil-kecil lainnya berserak mengitari laksana pasukan pengawal.

Beberapa sampah mewujud dalam kantong-kantong kecil. Lainnya berhamburan.

Mata saya seolah tak berkedip, sebab saat angin bertiup, sampah-sampah bergerak tak beraturan. Sampah itu mencari jalannya sendiri mengikuti arah mata angin. Berpencar seperti prajurit dalam perang gerilya. Menciptakan suatu tatanan yang tak elok dipandang.

Sama sekali tak menggambarkan bahwa ini adalah pintu gerbang sekolah. Tempat dimana anak-anak dididik untuk berpengetahuan. Dididik supaya berkarakter dan mengamalkan hal-hal baik pada kehidupan. Suatu hal yang amat paradoks dari label “institusi pendidikan”. Meski kita tahu bahwa beberapa jam setelahnya mobil pengangkut sampah akan menjemputnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: