Klikhijau.com – Dua mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Maulan Istigfary dan Muh. Noer Faiz Azis, resmi ditarik kembali ke kampus setelah menuntaskan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di media lingkungan Klikhijau.com. Rabu, 7 Januari 2026.
Selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak 11 September hingga 17 Desember 2025, keduanya terjun langsung menyelami realitas sosial dan lingkungan di berbagai daerah.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bahrul Amsal, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Klikhijau atas ruang kolaborasi yang diberikan. Menurutnya, pengalaman yang didapatkan mahasiswa di lapangan merupakan pelengkap yang krusial bagi teori yang didapat di ruang kuliah.
“Banyak pengalaman praktis lapangan yang nyaris tidak ditemukan di ruang kelas. Kami berharap praktik-praktik baik dari Klikhijau ini bisa dibawa pulang ke kampus untuk ditularkan kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya,” ujar Bahrul.
Bahrul juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara Prodi Sosiologi UNM dan Klikhijau yang telah terjalin selama beberapa tahun. Ia memandang perlu adanya penyegaran kolaborasi agar tetap relevan dengan tuntutan Kurikulum Kampus Berdampak.
Secara khusus Bahrul membahas agar kedepannya jika boleh pihak Klikhijau terlibat dalam pembekalan para mahasiswa yang akan melakukan magang. Yang disambut baik oleh Klikhijau.
Dari Pesisir Jeneponto hingga Barrang Lompo
Selama masa magang, Maulan dan Faiz tidak hanya duduk di balik meja. Mereka dihadapkan pada ritme kerja lapangan yang dinamis dan menantang.
Maulan mengisahkan bagaimana mereka harus beradaptasi dengan lokasi kegiatan yang jauh, seperti saat mengikuti Pesta Rakyat Pesisir di Kabupaten Jeneponto.
“Di lapangan, kami tidak hanya belajar beradaptasi dengan warga, tetapi juga dengan cuaca dan kondisi alam yang tidak menentu,” kenang Maulan.
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi mereka adalah saat terlibat dalam edukasi pengelolaan sampah di Pulau Barrang Lompo. Di sana, mereka melihat langsung bagaimana pemberdayaan warga dilakukan, bahkan sempat menginap bersama tim PPK Ormawa untuk menjalankan program tersebut.
Senada dengan itu, Muh. Noer Faiz Azis mengaku magang ini mengasah ketangkasannya. “Saya belajar menjadi lebih sigap dan memiliki kemampuan adaptasi dalam setiap kondisi. Itu pelajaran penting yang saya petik,” tuturnya.
Apresiasi dari Klikhijau, Partner yang Solid
Direktur Klikhijau, Anis Kurniawan, memberikan respon positif atas kinerja kedua mahasiswa tersebut. Ia menilai Maulan dan Faiz sebagai mitra kerja yang solid dalam menjalankan tugas-tugas lapangan, termasuk saat melakukan wawancara mandiri dengan beberapa narasumber khusus dan beberapa bebpengelola Bank Sampah di Kota Makassar, yang mereka kunjungi langsung.
“Mereka sering kami tugaskan secara mandiri untuk melihat bagaimana mereka mengelola tantangan. Kemampuan problem solving sangat penting di era sekarang, bahkan untuk masalah sekecil apa pun,” jelas Anis.
Anis mengaku sempat skeptis di awal, namun keraguan itu sirna saat melihat cara keduanya berbagi peran, terutama saat mengelola arus pengunjung yang padat di gelaran Festival Daur Bumi Makassar.
“Mereka mampu menjadi komunikator yang baik dan mengurai tugas dengan sangat bertanggung jawab,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Klikhijau tetap membuka pintu bagi para alumni magang yang ingin melakukan penelitian tugas akhir atau skripsi di lokasi-lokasi mitra dampingan mereka.








