Klikhijau.com – Hujan turun di hari Selasa, 30 Desember 2025 jelang siang. Jalan menuju tandabaca, di Dusun Sapayya, Desa Kindang becek dan licin. Namun, tak mengurangi antusias masyarakat untuk datang menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Tingkat Desa untuk Lingkungan Berkelanjutan.
Pada hari Selasa kemarin itu, Pemerintah Desa (Pemdes) berkolaborasi dengan Klikhijau.com Kindang menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari program desa
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tandabaca, Dusun Sapayya, Desa Kindang. Sebuah tempat yang memadukan antara wisata, literasi, dan lingkungan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kindang, Ilham berharap semoga program sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam memikirkan soal kepedulian terhadap lingkungan berkelanjutan dan pintu masuk untuk aksi iklim yang lebih masif dan terarah.
“Kami dari Pemerintah Desa berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari semua stekholder dan dapat ditindaklanjuti melalui tindakan,” harapnya.
Ilham juga menyampaikan terima kasihn kepada Klikhijau.com yang telah berbagi ilmu tentang pengelolaan sampah dan juga kepada tandabaca yang telah ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Arfan Maulana Palippui salah satu narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa persoalan sampah telah menjadi isu global. Dampaknya sangat merugikan apabila tidak dikelola dengan baik, namun juga terkelola dengan baik bisa jadi sumber pendapatan.
“Persoalan sampah, tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga di desa. Bahkan desa bisa lebih kompleks karena tidak ada tempat pembuangan sampah, sehingga masyarakat bisa membuang sampahnya di sembarang tempat,” katanya.
Arfan juga menyampaikan bahwa untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, sebagai bagian dari aksi lingkungan dan iklim, maka sangat penting Pemdes membuat regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur tentang pengelolaan sampah.
Kegiatan yang diwarnai hujan itu semakin syahdu dengan iringan musik gambus yang menghibur peserta pelatihan, yang tak hanya dihadiri oleh kader posyandu dan masyarakat, tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dan Pengabdian (KKLP) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Bulukumba.
irp]








