Sederet Aktivitas Menarik Christa Nooy, Aktivis Lingkungan Asal Belanda di tandabaca, Kindang

Klikhijau.com – “Wao,  indah sekali.” Itu kata pertama yang diucapkan Christa Nooy  saat tiba di tandabaca, Desa Kindang, Bulukumba. Ia mengucapkan dengan dua bahasa secara bergantian, Indonesia dan I...

Sederet Aktivitas Menarik Christa Nooy, Aktivis Lingkungan Asal Belanda di tandabaca, Kindang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – “Wao,  indah sekali.” Itu kata pertama yang diucapkan Christa Nooy  saat tiba di tandabaca, Desa Kindang, Bulukumba. Ia mengucapkan dengan dua bahasa secara bergantian, Indonesia dan Inggris.

Aktivis Lingkungan asal Belanda itu mengucapkan kata tersebut saat melihat hamparan sawah begitu sampai di tandabaca. Kekaguman akan keindahan hamparan sawah tidak hanya diucapkan oleh founder Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Makara itu, tetapi juga diabadikan melalui foto dan video.

Christa berkunjung ke tandabaca tidak seorang diri. Ia datang bersama tiga orang dari Yayasan Kajian Ekologis dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON), Mas Amir, Firly, dan Tara.

Kedatangan Christa telah dinanti oleh beberapa masyarakat Kindang. Mereka ingin melihat langsung seorang “bule” berkunjung ke kampungnya. Hal itu adalah peristiwa yang cukup langka dan terasa istimewa.

[irp]

Banyak hal menarik yang dilakukan Christa di tandabaca pada kunjungannya di Hari Minggu, 3 November 2024 lalu, meski waktunya singkat, berikut beberapa di antara:



  • Petik cengkeh



Begitu sampai, Christa terlihat cukup antusias melihat pohon cengkeh. “Itu pohon cengkeh,” kata saya kepadanya. Ia menyahutnya sambil mengarahkan kameranya ke pohon cengkeh yang banyak tumbuh di tandabaca. Sebab tandabaca—awalnya adalah kebun cengkeh.

Tidak hanya memotret pohon cengkeh, Christa juga mencoba memetik buahnya. Ia tampak bersemangat dan senang bisa memetik cengkeh dan membaui aromanya secara langsung dari pohonnya.

[irp]

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: