Dipeluki Sampah

Dipeluki Sampah   lagu-lagu terus mengalun di kepalamu sebagai gerimis. meminjam seluruh ingatan yang dirampas polusi udara pada sepatu bots yang memanjakan kakimu dari duri jabejabe. kau...

Dipeluki Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dipeluki Sampah


 

lagu-lagu terus mengalun di kepalamu sebagai gerimis. meminjam seluruh ingatan yang dirampas polusi udara

pada sepatu bots yang memanjakan kakimu dari duri jabejabe. kau berjalan menuju sungai yang telah menghanyutkan seluruh masa depan dan juga sampah plastik

tersisa kini hanya lagu dan polusi sebagai jembatan antara aku dan kamu dalam satu masa yang tak pernah satu

aku selalu ingin berlari ke pelukmu, sebagaimana petani berlari ke sawahnya mengusir burung pipit, agar panci terisi nasi

pada sungai yang menghanyutkan masa depan itu, kau bisa melepas sepatu botsmu, memeriksa kakimu yang dipeluki sampah. dan terus ingin berjalan ke arah ingatan

pada jalan yang pernah kita lalui sebagai sepasang pabboeng, remuk gigil malam

Sept, 2024

Hujan yang Bukan Kamu


aku dan kamu adalah hujan yang berubah jadi kopi pahit. gigil datang melerai hangat tubuh.
kau berjalan ke dapur, aku ke teras rumah. menghitung napas sendiri yang dicekik pasal-pasal

aku selalu ingin kembali jadi anak-anak, berebutan payung saat hujan atau membiarkan tubuh kuyup sambil menunggu omelan ibu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2