Bahaya Sampah Plastik Kini Seperti Hantu yang Bergentayangan

Klikhijau.com – Bahaya sampah plastik tidak lagi bisa dipungkiri di tengah massifnya pemakaian plastik dalam keseharian. Awal kemunculannya, plastik sebenarnya adalah benda yang sangat membantu perada...

Bahaya Sampah Plastik Kini Seperti Hantu yang Bergentayangan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bahaya sampah plastik tidak lagi bisa dipungkiri di tengah massifnya pemakaian plastik dalam keseharian. Awal kemunculannya, plastik sebenarnya adalah benda yang sangat membantu peradaban manusia. Tak disangka, plastik kini justru jadi ancaman serius bagi kehidupan.

Pemakaiannya yang super massif ternyata tidak dibarengi dengan tata kelola yang ramah lingkungan.

Sementara, kebutuhan akan plastik terus meningkat terutama disebababkan oleh industri makanan dan juga massifnya penjualan berbasis online yang seolah tak bisa bergerak tanpa plastik.

Industri minuman di Indonesia misalnya tumbuh 22,74 persen pada semester awal 2019 lalu. Tentu meningkat lebih tajam lagi di tahun ini akibat pola hidup yang berubah yakni pesatnya lalulintas konsumsi berbasis online.

Ketika industri bertumbuh pesat, sampah plastik juga tentu meroket tajam. Pada 2050 mendatang, diperkirakan akan ada 12 miliar ton sampah plastik di lingkungan. World Economic Forum bahkan memprediksi, adanya potensi hingga 32 persen sampah plastik yang bakal tidak tertangani.

Ini tentu mencemaskan, sebab sampah plastik yang tidak tertangani itu akan mengotori daratan, mencemari lautan dan berkontribusi pada polusi udara.

Plastik yang tampil dengan desain praktis itu memang dibuat dari material yang sulit terurai (non-biodegradable). Diperlukan waktu antara 100 hingga 500 tahun untuk dapat terdekomposisi dengan sempurna. Bahkan, untuk jenis tertentu seperti Styrofoam disinyalir dapat bertahan hingga ribuan tahun.

Faktanya, sebanyak 33 persen diantara produk plastik itu berbentuk botol, sedotan dan kantong yang kini beredar massif di keseharian. Sebagian besarnya kerap dijumpai di ruang publik seperti di tepi jalan, sungai, danau, pantai dan lautan – plastik itu telah menjelma sebagai sampah karena sengaja dibuang sembarangan.

Dalam satu tahun saja, penduduk di seluruh dunia diperkirakan memakai antara 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik. Angka fantastis ini seolah menunjukkan betapa peradaban manusia telah terkepung sampah plastik.

Untuk diketahui, kantong plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak ethylene. Bahan ini merupakan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2