Ada Apa di Balik Sisa Air Mineral yang Terbuang di Botol Kemasan?

Publish by -138 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Ada Apa di Balik Sisa Air Mineral yang Terbuang di Botol Kemasan?
Ilustrasi Foto-nanosmartfilter.com

Klikhijau.com – Rasa penasaran mencari jawaban atas pertanyaan di judul artikel ini sudah lama bergumam di pikiran saya. Barangkali tak penting dicari tahu apa sebab dan maknanya.

Tetapi, lama-lama semakin sering saya menjumpai fenomena ini. Botol minuman yang terbuang serampangan dan sisa airnya yang terdampar sia-sia.

“Tak sanggup menghabiskan seluruhnya!” Kita pakai narasi ini sebagai jawaban sementara.

Jawaban apa adanya yang mencoba menyederhanakan persoalannya. Jawaban picisan atas ketidakinginan kita menafsir sebuah gejala sosial yang mungkin dianggap remeh-temeh.

KLIK INI:  Pria Ini Hanya Ingin Mati di Antara Pepohonan

Lalu, suatu siang saat mampir di suatu cafe, saya memungut dua botol mineral dengan sisa airnya masih tiga hingga empat tegukan.

Entah siapa tuannya. Tak lagi penting! Sebab botol itu terdampar di atas meja yang sudah kosong. Daripada telantar begitu saja, saya memasukkannya ke dalam tas.

Lumayan, menambah koleksi botol untuk persiapan membuat ecobrik di rumah. Siang ini saya menatapnya ulang dan tetiba terganggu karenanya.

Teringat sesuatu: sebuah akun twitter @fauzimiftakh memposting status pendek dan sebuah foto pada 7 Oktober 2019 pukul 13:49. “Padahal ini udah ukuran botol mini, masih saja disisain”, begitu katanya merespon foto bergambar lima botol Aqua ukuran kecil yang masih tersisa airnya.

Saya yakin itu adalah sisa air mineral yang terbuang bersama botolnya, persis sama dengan dua botol mineral yang saya jumpai tempo hari. Fauzi lalu berucap tanya di halaman komentar status twitter-nya itu: “Apa ada ukuran botol Aqua yang lebih mini lagi? Ukuran botol Yakult misalnya? Ehhhmm…..sebuah pertanyaan versi lain dari judul tulisan ini yang terasa menggelitik.

Pertanyaan yang sekaligus memberi saya jawaban alternatif bernada spekulatif, “jangan-jangan memang kita butuh botol yang super mini, agar air yang diminum tuntas hingga ke akar-akarnya, hee…!”

Apa pun itu, kita diperhadapkan pada dua soal. Pertama, soal botol kemasan yang terbiasa dibuang sembarangan. Kedua, soal air mineral yang juga terbuang dan terpenjara dalam botol.

KLIK INI:  Kenapa Bisa Gempa di Palu Dikategorikan Fenomena Supershear Langka?

Pernah menjumpai botol mineral yang terbuang dengan sisa air di dalamnya? Bila tak mampu mencegahnya, pastikan Anda tak melakukan hal yang sama.

Padahal, dengan terbiasa membawa tumbler misalnya, kita sudah mencegah sampah beserta sisa air terbuang. Sebuah cara sederhana bukan?

Fauzi dan saya mungkin hanya sebagian kecil yang gelisah dengan perihal ini. Ada baiknya kita memang gelisah dan gusar bila menemukan hal-hal yang sembrono!

Percayalah, kepedulian bermula dari kegelisahan melihat suatu fenomena buruk berulang.

Botol mineral dan sisa airnya yang terbuang boleh jadi sebuah narasi. Yah, narasi tentang krisis empati. Maka, jawaban paling tepat untuk pertanyaan atas judul artikel ini adalah karena kita kehilangan empati.

Empati, sepotong rasa dalam diri kita sebagai manusia yang harus disiram dan dipupuk kembali!

KLIK INI:  Ketika Diguyur Hujan, Tanaman akan 'Panik', Benarkah?
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!