Temukan Alasan Masuk Akal Mengapa Harus Belanja Pakaian Lagi?

Klikhijau.com – Setiap kali ke mal, hal apa yang paling sering menyita perhatianmu? Kebanyakan di antara kita (tanpa pandang usia) akan memberi jawaban serupa: pakaian! Yah, begitulah ruang belanja se...

Temukan Alasan Masuk Akal Mengapa Harus Belanja Pakaian Lagi?
Bacakan Artikel

Dunia sedang memasuki satu era dimana sampah dan pemborosan energi terjadi akibat pola konsumsi kita yang buruk. Limbah pakaian jadi sorotan dunia seiring pesatnya produksi pakaian yang menghabiskan banyak sumber daya.

Padahal, untuk memproduksi pakaian diperlukan energi yang tidak sedikit. Data World Wild Life (WWF) menyebut untuk produksi satu kaos katun saja diperlukan setidaknya 2700 liter air. Tak hanya itu, produksi massal pakaian dapat memperburuk kualitas ekosistem kita.

Beruntunglah bagi kamu yang terbiasa berbagi pakaian bekas kepada kerabat, keluarga atau orang yang memang membutuhkan.

Bila tidak, pastikan bahwa selama ini kamu tidak menjadi bagian dari orang-orang yang membeli pakaian untuk alasan konyol. Rayuan diskon di antaranya atau godaan tampilan sekilas. Mari menerenungkannya kembali, semoga kita bukanlah bagian dari konsumen fast fashion.

[irp]

Fenomena fast fashion

Sejumlah data menunjukkan bahwa industri fast fashion (busana murah) setiap tahunnya mengalami over-konsumsi. Ini tentu bagian dari buruknya perilaku konsumen yang lebih memilih belanja dengan frekuensi tinggi.

Dikutip Kompas dari penulis buku Overdressed: The Shockingly High Cost of Cheap Fashion, Elizabeth Cline, menyebut bahwa harga murah dan produksi yang cepat model busana terbaru membuat pergeseran nilai guna dari pakaian menjadi menomorsatukan nilai tanda sebagai bentuk identitas sosial.

Dampaknya cukup serius loh! Begini, fast fashion akan membuat konsumen merasa cepat bosan. Mereka tanpa berpikir panjang bisa saja membuang isi lemarinya usai membeli fesyen baru. Atau setidaknya membiarkannya tergeletak dalam lemari hingga rusak dan berakhir pula sebagai limbah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: