Indonesia Dibanjiri Limbah Elektronik dari AS; 822 Kontainer Ditahan di Batam

Klikhijau.com - Laporan terbaru dari media Indonesia dan petugas bea cukai menunjukkan peningkatan pesat jumlah kontainer laut berukuran 40 kaki yang menumpuk setelah disita dan ditahan di Pelabuhan B...

Indonesia Dibanjiri Limbah Elektronik dari AS; 822 Kontainer Ditahan di Batam
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Laporan terbaru dari media Indonesia dan petugas bea cukai menunjukkan peningkatan pesat jumlah kontainer laut berukuran 40 kaki yang menumpuk setelah disita dan ditahan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Indonesia. Hingga 8 Desember.

Menurut laporan media di Indonesia, 822 kontainer telah disita, yang sebagian besar dilaporkan berasal dari Amerika Serikat (AS).

Ketiga penerima barang yang dilaporkan dari kontainer yang disita yaitu PT Esun International Utama Indonesia, PT Logam International Jaya, dan PT Batam Battery Recycle Industries, seluruhnya berada dibawah perintah oleh Menteri Lingkungan Hidup untuk mengekspor kembali pengiriman tersebut ke AS.

Hingga saat ini, belum ada yang melakukannya meskipun walikota mengeluh bahwa Pelabuhan kehabisan ruang.

Dalam satu tahun terakhir, Basel Action Network (BAN) telah secara rutin memperingatkan otoritas Indonesia mengenai sejumlah pengiriman limbah elektronik yang mencurigakan. 1ย Menurut BAN, salah satu dari tiga importir limbah elektronik yaitu PT Esun International Utama Indonesia, dioperasikan oleh perusahaan Wai Mei Dat/Corporate eWaste Solutions (CEWs) yang sudah terkenal buruk reputasinya, yang merupakan salah satu dari 10 broker besar AS yang disebutkan dalam laporan investigasi terbaru berjudul โ€œBrokers of Shameโ€ atau โ€œBroker Tercelaโ€.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: