Eksplorasi Gunung Laut Sulawesi, OceanX dan BRIN Kolaborasi Ekspedisi Laut Dalam

oleh -30 kali dilihat
Peneliti Kaget Temukan Mikroplastik Jadikan Laut Dalam Tempat Kumpul
Ilustrasi laut dalam/foto- eastonialeopards.com

Klikhijau.com – Misteri rangkaian gunung laut di utara Sulawesi bisa segera terungkap. Setelah adanya kolaborasi ekspedisi antara OceanX dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi tersebut resmi memulai ekspedisi laut  di salah satu wilayah paling terpencil dan paling sedikit diteliti di kawasan Indo-Pasifik tersebut.

Misi ini berlangsung dari akhir November 2025 hingga Januari 2026. Tujuannya untuk mengungkap dinamika geologi, keanekaragaman hayati, dan proses ekosistem yang bekerja di bawah Cincin Api Pasifik.

Kolaborasi ini memiliki arti  penting karena menggabungkan keunggulan teknologi eksplorasi laut dalam kelas dunia dengan kepemimpinan ilmiah Indonesia, sehingga membuka peluang besar untuk memetakan wilayah laut dalam yang selama ini hampir tidak tersentuh riset.

Ekspedisi 2025 ini merupakan kelanjutan langsung dari temuan misi OceanX–BRIN tahun 2024 yang berhasil memetakan lima gunung laut yang sebelumnya tidak pernah terdokumentasi.

KLIK INI:  Tragedi Longsoran Sampah di TPAS Galuga, Operator Alat Berat Tewas Tertimbun

Tahun ini, tim ilmiah hadir dengan formasi lebih besar, tujuan riset lebih luas, dan perangkat eksplorasi lebih canggih untuk menghasilkan dataset laut dalam terlengkap di Indonesia hingga saat ini.

Dimulai di Bitung

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan pentingnya ekspedisi ini bagi kedaulatan ilmu pengetahuan kelautan Indonesia.

“Sebagai negara kepulauan dan pusat keanekaragaman hayati dunia, Indonesia harus memimpin sains kelautan di kawasan. Ekspedisi bersama OceanX bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan bangsa dalam memetakan, memahami, dan mengelola laut dalam secara mandiri. Inilah fondasi penting menuju transformasi blue economy Indonesia,” ujarnya.

KLIK INI:  Pengurusan Izin Legalitas Kayu Secara Online Masih Dihantui Kendala Teknis

Co-CEO and Chief Scientist OceanX, Vincent Pieribone, menyatakan bahwa ekspedisi ini membuka kesempatan besar dalam memahami wilayah laut dalam Indonesia.

“Gunung laut dapat membentuk arus, menjadi rumah bagi spesies langka, dan menjadi batu loncatan kehidupan di laut dalam. Dari ratusan gunung di perairan Indonesia, hanya sedikit yang telah dieksplorasi. Bekerja sama dengan BRIN akan memberi kita perspektif baru tentang bagaimana laut dalam Indonesia mendukung ekosistem lautnya yang lebih luas,” katanya.

Ekspedisi dimulai di Bitung dengan kegiatan edukasi publik dan pelibatan media yang direncanakan mulai 2–22 Desember 2025. Kapal riset R/V OceanXplorer kini bergerak menuju lokasi penelitian untuk dua tahap riset.

Tahap pertama fokus pada fitur geologi dan hidrotermal, termasuk pemetaan resolusi tinggi, survei visual, dan profil dasar laut untuk memahami struktur vulkanik serta formasi tektonik.

KLIK INI:  Fenomena Pusaran Angin Kencang di Rancaekek Sulit Diprediksi

Tahap kedua meneliti keanekaragaman hayati dan dinamika ekologi gunung laut menggunakan ROV, kapal selam, analisis DNA lingkungan, serta instrumen oseanografi. Teknologi AI SeaSwipe mendukung anotasi citra secara cepat untuk memetakan spesies dan habitat secara real time.

Tonggak penting kelautan Indonesia

Selain eksplorasi ilmiah, misi ini juga memperkuat pembangunan kapasitas riset nasional. Para peneliti muda BRIN serta mahasiswa dari berbagai universitas Indonesia akan mendapatkan pelatihan langsung mengenai pemetaan laut dalam, pengambilan sampel, genomik, hingga pemrosesan big data kelautan.

Hal ini selaras dengan platform Riset Kolaborasi Ekspedisi dan Eksplorasi Biodiversitas dan Geologi Maritim 2025–2027 yang diluncurkan BRIN untuk mempercepat ekosistem riset kelautan Indonesia.

KLIK INI:  Membatasi Pasar Basah Berpotensi Tingkatkan Perdagangan Ilegal Hewan

Dataset ilmiah yang dihasilkan, mulai dari batimetri, sampel biodiversitas, sekuens eDNA, hingga citra beranotasi AI akan menjadi dasar bagi perencanaan tata ruang laut, penilaian risiko geologi, serta penetapan garis dasar keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara.

Data ini juga akan mendukung pelaksanaan proyek nasional seperti KRISNA untuk penguatan armada kapal riset, serta LAUTRA untuk perluasan kawasan konservasi laut dan peningkatan konektivitas ekosistem.

Dengan misi yang menggabungkan eksplorasi ilmiah, pengembangan kapasitas, dan integrasi data berskala besar, OceanX dan BRIN optimis bahwa ekspedisi laut ini akan menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan kelautan Indonesia, mendorong pemahaman lebih dalam tentang laut dalam sekaligus memperkuat tata kelola kelautan nasional di masa depan. (*)

KLIK INI:  Kopi Toraja Berjaya: Inovasi BRIN Lipat Gandakan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani