Kolaborasi Lestarikan Vegetasi Bambu di Manggarai Timur

oleh -65 kali dilihat
Kolaborasi Lestarikan Vegetasi Bambu di Manggarai Timur
Kolaborasi tiga lembaga dorong pelestarian bambu di Manggarai Timur - Foto: Ist

Klikhijau.com – Borong. Bank CIMB Niaga bersama Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) berkoraborasi dalam Program Peningkatan Vegetasi Bambu Argoforest dan Pemanfaatan Lestari untuk Ekologi Sosial dan Ekonomi.

Wakil bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur membuka kegiatan itu dengan penuh semangat di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nisa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 27 November 2025.

Mengapa Harus Menanam Bambu

Dalam sambutannya, Tarsisius menegaskan, bahwa program yang digagas oleh tiga lembaga tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Manggarai Timur, khususnya di Desa Rana Mbeling.

“Bambu memiliki berbagaia manfaat, baik secara ekonomi, lingkungan, kuliner dan budaya. Bambu bisa menjadi bahan bangunan, furnitur, mencegah erosi dan konservasi air,” tegasnya.

Menurut Tarsisius, saat ini bambu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Industri bambu telah hadir di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. “Industri tersebut sangat membutuhkan pasokan bambu dari Manggarai Timur dan Manggarai,” ucapnya.

“Kita harus fokus menanam bambu, apalagi industri bambu ada di Labuan Bajo. Hasil karya industri di Labuan Bajo itu diekspor ke luar negeri,” ungkap Tarsisius.

KLIK INI:  Beberapa Alasan Kenapa Harus Menggunakan Sedotan Bambu

Politisi PKB itu menambahakan, budodaya bambu merupakan investasi jangka panjang.

“Permintaan pasar sangat tinggi, Masyarakat Manggarai Timur, khusus warga Desa Rana Mbeling harus pro aktif untuk menanam bambu, demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, kata Tarsisius, sangat mendukung program konservasi bambu, selain memiliki nilai ekonomis, bambu juga bermanfaat untuk menjaga lingkungan.

“Koraborasi tiga lembaga ini, Bank CIMB Niaga, Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan KEHATI selalu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah,” ungkpanya.

Tarsisus menambahkan, Pemerintah Manggarai Timur telah menjalin komunikasi dengan industri bambu di Labuan Bajo.

“Komunikasi bertujuan untuk memastikan pemanfaatan bambu dari Manggarai Timur yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Wakil Bupati Matim itu mengajak masyarakat agar memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya.

“Manfaatkan kesempatan ini agar apa yang kita tanam hari ini bisa membuahkan hasil yang cukup untuk membantu ekonomi keluarga dimasa yang akan datang,” tutup Tarsisius.

KLIK INI:  Pramuka dan Sampah Plastik

Menanam Bambu: Menjaga Iklim dan Lingkungan

Astrid Candrasari, Community Development Head Bank CIMB Niaga yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan, CIMB Niaga telah mendukung program vegetasi bambu sejak tahun 2012.

CIMB Niaga, kata dia, sudah masuk ke wilayah NTT sejaka tahun 2017. “Dimulai dari Kabupaten Ngada dan beberapa desa di Kabupaten Manggarai Timur, termasuk Desa Rana Kolong. Tahun ini, program diperluas ke Desa Rana Mbeling,” ucap Astrid.
Ia mengaskan, program yang digagas oleh tiga lembaga ini merupakan salah satu pilar CIMB Niaga, yaitu menjaga iklim dan lingkungan.

Astrid berharap, masyarakat menanam bambu dan dapat melakukan konservasi dengan baik. “Bambu yang sudah ditanam harus dirawat, sehingga Desa Rana Mbeling dapat menjadi desa mandiri dengan berbagai inovasi,” tegasnya.

Dijelaskannya, kunjungan CIMB Niaga ke Desa Rana Mbeling menjadi titik awal perhitungan dampak ekologis, termasuk serapan karbon dari konservasi bambu.

Pelestarian bambu, labjut Astrid sangat penting dilakukan. “Eksploitasi tanpa budidaya serta alih fungsi lahan telah mengurangi habitat bambu,” jelasnya.

“Upaya konservasi bambu ini sejalan dengan semangat corporate social responsibility (CSR) CIMB Niaga yaitu, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup,” ujar Astrid menambahkan.

Ia mengakui, bambu dipilih karena memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang besar. Selain itu bambu juga mudah dalam penanaman dan perawatan.

KLIK INI:  Kisah Bahrul Huda, Sulap Bambu jadi Tambler Keren dan Lukisan Pyrography

Pentingnya Koraborasi Multipihak dalam Menjaga Hutan dan Lingkungan

Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI, Puji Sumedi Hangarawati, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas dukungan terhadap program konservasi ini.

Puji menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam menjaga hutan dan lingkungan.

“Kolaborasi menjadi kebutuhan bersama, karena menjaga hutan dan lingkungan bukan hanya menjadi kewajiban rimbawan, namun juga menjadi kewajiban semua pihak yang menerima manfaat dari keberadaan hutan,” ujarnya.

Menurut Puji, pengembangan bambu di Desa Rana Mbeling sangat tepat, karena bambu merupakan tanaman pelindung yang mampu meningkatkan fungsi tanah dan konservasi air.

“Tanaman bambu juga digolongkan sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan jangka panjang,” kata Puji.

Ia berharap kolaborasi dan komunikasi antarpihak terus ditingkatkan, sehingga tujuan pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.
“Pelestarian bambu harus berkelanjutan, dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kebutihan ekonomi dan lingkungan serta sesuai nilai budaya masyarakat setempat,” ungkap Puji.

Puji menegaskan, bambu menjadi perekat dan pengikat yang menciptakan relasi yang harmonis bagi seluruh pihak, untuk bergerak bersama dalam pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KLIK INI:  Intip, Cara UPTD KPH Matim Tularkan Spirit Hijau pada Anak Sekolah