Mitra Hijau Asia dan Jalan Panjang Mengelola Limbah untuk Menjaga Lingkungan

Mitra Hijau Asia dan Jalan Panjang Mengelola Limbah untuk Menjaga Lingkungan
Mitra Hijau Asia dan Jalan Panjang Mengelola Limbah untuk Menjaga Lingkungan .
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di sebuah kawasan industri, limbah biasanya hadir sebagai bagian yang ingin segera disingkirkan. Ia meninggalkan ruang produksi, masuk ke dalam wadah pengangkutan, lalu bergerak menuju fasilitas pengelolaan. Bagi sebagian orang, perjalanan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, di baliknya terdapat rangkaian prosedur, keselamatan kerja, kepatuhan regulasi, hingga keputusan tentang bagaimana material tersebut harus diperlakukan.

Bagi Mitra Hijau Asia, rangkaian itulah yang menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.

PT Mitra Hijau Asia, yang dikenal dengan nama Mitra Hijau, berdiri sejak November 2014 dan berkantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini bergerak dalam pengangkutan dan pengelolaan limbah, termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), terbesar di Indonesia Timur, dari Sulawesi Selatan, layanan Mitra Hijau Asia dikembangkan dengan jaringan depot di sejumlah wilayah Indonesia. 

Limbah Memerlukan Penanganan yang Tepat

Limbah dari kegiatan industri memiliki karakter yang beragam. Limbah fasilitas kesehatan, misalnya, memiliki risiko berbeda dengan limbah dari manufaktur. Begitu pula material sisa dari sektor farmasi, laboratorium, minyak dan gas, agrochemical, maupun oleochemical.

Perbedaan karakter itu membuat pengelolaan limbah tidak dapat berhenti pada aktivitas pengangkutan. Ada tahapan yang perlu dipertimbangkan sejak limbah dikumpulkan, diangkut, diolah, dimanfaatkan kembali, didaur ulang, hingga dibuang melalui prosedur yang sesuai.

Mitra Hijau Asia menawarkan sejumlah layanan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Di antaranya site waste management, integrated hazardous waste management, penyediaan container dan ISO tank, serta tank cleaning. Layanan tersebut diarahkan untuk membantu perusahaan mengelola limbah dengan mempertimbangkan aspek teknis, regulasi, pengolahan, hingga pembuangan. 

Di sinilah isu pengelolaan limbah bertemu dengan tata kelola perusahaan. Bagi dunia usaha, pengelolaan limbah berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan sekaligus bagian dari tanggung jawab atas dampak aktivitas produksi.

Kepatuhan Menjadi Bagian dari Perlindungan Lingkungan

Limbah B3 memiliki karakteristik yang membuat proses pengangkutan dan penanganannya membutuhkan kehati-hatian. Dalam profilnya, Mitra Hijau menyebut adanya rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk pengangkutan sekitar 149 jenis limbah B3. 

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2