KlikHijau Sambut Mahasiswa Peserta Magang Kampus Berdampak Sosiologi UNM dan HI UINAM

KlikHijau Sambut Mahasiswa Peserta Magang Kampus Berdampak Sosiologi UNM dan HI UINAM
KlikHijau Sambut Mahasiswa Peserta Magang Kampus Berdampak Sosiologi UNM dan HI UINAM -Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau
Bacakan Artikel


Klikhijau.com - Ruang kerja KlikHijau Makassar kehadiran energi baru. Tiga mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan dua mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) resmi memulai perjalanan belajar dalam program Magang dan Proyek Kemanusiaan Kampus Berdampak (MBKM).

Kehadiran lima generasi muda ini diterima langsung oleh Direktur KlikHijau, Anis Kurniawan, di Makassar, untuk melakoni aktivitas belajar bertapak realitas selama empat bulan ke depan, atau setara dengan 900 jam kerja sepanjang Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Dari UNM, hadir Nur Adriani, Ulfia Kalsum, dan St. Nashwa Wahdania Azis. Sementara dari HI UINAM, melangkah bersama Muhammad Yunus dan Reihan Zainal.

Langkah ini bukan urusan administratif belaka. Di tengah dinamika krisis ekologi yang menuntut aksi nyata, kolaborasi lintas disiplin ilmu ini menjadi ajang menguji konsep sosiologi dan hubungan internasional di lapangan. Para mahasiswa diajak memahami bagaimana narasi keanekaragaman hayati, tata kelola lingkungan, hingga advokasi komunitas dikelola secara kontekstual melalui media dan gerakan literasi.

Menautkan Teori dengan Realitas Lapangan


Dosen Pembimbing Lapangan dari Prodi Sosiologi UNM, Bahrul Amsal, menegaskan bahwa kultur kerja di KlikHijau memiliki karakter unik yang melampaui ritme kantoran biasa. Pendekatan organisasi yang cair namun fokus pada substansi lingkungan memberikan ruang eksplorasi yang luas bagi mahasiswa.


"Setiap tempat magang punya karakteristik berbeda. Kultur KlikHijau menuntut mahasiswa untuk adaptif dan proaktif. Sangat disayangkan jika peluang belajar langsung di lembaga yang berfokus pada isu lingkungan ini tidak dimanfaatkan sedalam-dalamnya," ujar Bahrul saat mengantar para mahasiswa, Jumat 14ย  Agustus 2026.

Bahrul menuturkan, ketertarikan para mahasiswa bergabung dengan KlikHijau didorong oleh rasa ingin tahu yang murni. Nur Adriani, misalnya, menunjukkan minat kuat pada dunia penulisan media, sedangkan St. Nashwa Wahdania Azis dibekali keberanian berdiskusi kritis yang siap ditempa dalam dinamika curah gagasan sehari-hari.

Dalam skema penerimaan kali ini, terdapat dua alur kegiatan yang berjalan berdampingan: magang reguler dan proyek kemanusiaan. Jika magang reguler berfokus pada penguatan keterampilan kerja harian, proyek kemanusiaan dirancang untuk melahirkan luaran yang lebih spesifik dan terukur.

Inovasi Program dan Akselerasi Akademik


Dosen UNM lainnya, Alwi Usra Usman, menjelaskan bahwa peserta proyek kemanusiaan telah dibekali rancangan awal sebelum penerjunan. Mereka tidak datang dengan tangan kosong, melainkan membawa usulan program beserta rancangan anggarannya untuk diselaraskan dengan kebutuhan agenda KlikHijau.

"Para mahasiswa kami dorong untuk peka melihat situasi sejak bulan pertama melalui observasi terarah. Memasuki bulan kedua, mereka mulai melakukan riset-riset kecil yang hasilnya dipresentasikan sebelum penarikan," kata Alwi.

Melalui pola pendampingan ini, proses magang tidak berhenti sebagai pengalaman jangka pendek. Data lapangan, temuan riset kecil, dan interaksi dengan komunitas selama 900 jam di KlikHijau dirancang agar dapat menjadi bahan baku skripsi atau karya akhir mahasiswa. Dengan demikian, tugas akhir akademik lahir dari persoalan nyata di masyarakat, bukan sekadar kajian teoritis di balik meja.

Proses integrasi ini mempertemukan perspektif ilmu sosiologi yang membaca relasi masyarakat dan lingkungan dengan kacamata hubungan internasional yang membedah dinamika isu global. Kombinasi tersebut berpotensi memperkaya narasi media lingkungan agar tetap tajam secara ilmiah, namun ramah dibaca oleh publik luas.

Ruang Tumbuh untuk Pembawa Perubahan


Ruang kerja media lingkungan kini menjadi laboratorium hidup bagi kelima mahasiswa tersebut. Mereka tidak hanya belajar menyusun berita atau merancang program, tetapi juga berlatih memahami bagaimana isu krisis iklim berkelindan dengan kehidupan harian masyarakat lokal.

Langkah awal ini membuka ruang sinergi yang saling menguatkan. Kampus menyuplai pemikiran kritis dan kesiapan kerja, sementara KlikHijau menyediakan ekosistem untuk menguji gagasan tersebut di medan nyata. Dari perjumpaan ini, benih-benih komunikator lingkungan masa depan sedang disemaikanโ€”menyiapkan generasi muda yang tidak hanya paham teori, tetapi juga cekatan merawat bumi melalui aksi dan karya nyata.