Siarkan Keindahan Alam Lewat Media Sosial, Kenapa Tidak?

Klikhijau.com - Keindahan alam memang amat menarik dibagikan melalui media sosial. Ini satu strategi komunikasi yang menginspirasi banyak orang. Sobat Hijau pernah dengar strategi komunikasi? Jika bel...

Siarkan Keindahan Alam Lewat Media Sosial, Kenapa Tidak?
Bacakan Artikel

"Komunikasi paling efektif adalah komunikasi tatap muka," tambahnya. Jika tidak bisa bertemu ada media yang bisa mewadahi. Media berupa media massa dan media elektronik.

"Intinya manfaatkan semua media yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan yang kita harapkan. Untuk penyampaian pesan baiknya menggunakan bahasa bertutur, story telling," tutup bahasan Has sementara.

[irp]

Andi Muhyiddin, salah satu pengajar bidang kreasi konten, kemudian memberi tanggapan. Dio, sapaan akrabnya, kemudian berfokus ke media sosial UPT pemapar.

"Saya melihat unggahan teman-teman pengelola taman nasional dan kawasan konservasi lainnya sudah menarik. Hanya kadang masih direcoki dengan kegiatan formal. Rapat, ucapan hari tertentu, dan lainnya."

Peran sosial media

Dio berharap admin media sosial bisa berfokus untuk menyiarkan keindahan alam kawasan konservasi. Tentunya juga berdasarkan visi yang ingin dicapai. Misalnya juga memberikan edukasi lingkungan bagi khalayak. Termasuk mengajak mereka untuk turut menjaga hutan dan lingkungan sekitar.

"Untuk eksistensi media sosial perlu merancang time line media sosial. Membuat jadwal tayang. Biar bisa konsisten membuat unggahan," tambahnya.

Ia lalu memberi komentar tentang konten Youtube UPT. Dio telah memantau sebelumnya. "Youtube teman-teman belum maksimal. Perlu lebih kreatif lagi membuat konten. Baiknya buat thumbnail video yang menarik. Ringkas saja, cukup empat kata misalnya. Penonton biasanya kurang suka baca deskripsi panjang."

[irp]

Untuk Instagram, Dio juga berharap agar admin medsos bisa mengoptimalkan story. "Kita bisa buat story telling melalui gambar bercerita. Kita bisa buat seri foto dengan caption pada masing-masing foto."

Tak hanya itu Dio juga berharap media sosial pengelola kawasan konservasi juga memanfaatkan konten dengan menggunakan poster. Membuat poster dengan jeli memadukan gambar, warna, huruf, dan pesan.

Bagaimana dengan foto pada konten Instagram? Menurut Dio, harus menggunakan foto beresolusi tinggi. "Jangan sekali-kali menggunakan screen capture. Fotonya jadi kurang menarik."

"Penggunaan watermark pada foto baiknya kecil saja. Biar tidak mengganggu ekstetika foto," tambah Dio.

"Yang paling utama dalam media sosial adalah keterlibatan audience. Jumlah followers bukan segalanya. Keterlibatan yang utama," terang Dio.

Dio juga berharap agar admin medsos bisa mengubah akunnya menjadi akun bisnis. Karena fasilitas ini gratis.โ€Dengan akun bisnis kita bisa melihat analisisnya.โ€

Menurut Dio, profil akun Instagram juga perlu mendapat perhatian. Perlu mendapat perhatian lebih. Termasuk juga menautkan dengan media sosial lain UPT. Memudahkan pengunjung untuk berselancar. Mencari lebih banyak informasi yang ingin mereka dapatkan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: