Siarkan Keindahan Alam Lewat Media Sosial, Kenapa Tidak?

Klikhijau.com - Keindahan alam memang amat menarik dibagikan melalui media sosial. Ini satu strategi komunikasi yang menginspirasi banyak orang. Sobat Hijau pernah dengar strategi komunikasi? Jika bel...

Siarkan Keindahan Alam Lewat Media Sosial, Kenapa Tidak?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Keindahan alam memang amat menarik dibagikan melalui media sosial. Ini satu strategi komunikasi yang menginspirasi banyak orang. Sobat Hijau pernah dengar strategi komunikasi? Jika belum pernah, saya coba jabarkan sedikit ya.

Menurut beberapa pakar komunikasi, strategi komunikasi mengandung makna: taktik yang digunakan dalam menjalankan komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. Ada perencanaan dan manajemen di sana.

Kemarin, tepatnya Rabu (10/2), saya berkesempatan mengikuti pertemuan virtual tentang evaluasi pelatihan yang pernah saya ikuti. Pelatihan Strategi Komunikasi untuk Promosi dan Pemasaran Jasa Lingkungan Wisata Alam di Kawasan Konservasi adalah nama pelatihannya.

Pelatihan ini telah berlangsung beberapa bulan lalu. Pelatihan yang berlangsung selama sepuluh hari kerja mulai dari tanggal 3 s.d 13 November 2020.

Teknik pelatihan menggunakan metode jarak jauh, e-learning. Pusat pendidikan dan Pelatihan SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusdiklat SDM LHK) adalah pelaksananya. Pusdiklat SDM LHK telah menetapkan sistem pembelajaran daring selama masa pagebluk. Metodenya, gabungan antara belajar melalui website dan aplikasi pertemuan virtual, Zoom Meeting.

Upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kehutanan ini berlangsung atas kerjasama antara Ditjen KSDAE, USAID BIJAK, dan Pusdiklat SDM LHK.

[irp]

Pengalaman dari pelatihan virtual

Pelatihan ini bagi saya tidaklah mudah. Tak seperti kebanyakan seminar daring yang hanya berlangsung beberapa jam. Mengapa? Karena pelatihan ini mengkombinasikan pemberian materi dan tugas. Materi diterima peserta pelatihan melalui web seminar. Setelah itu tugas yang relevan harus dikerjakan pada website khusus milik Pusdiklat SDM LHK.

Pembelajaran virtual yang memungkin juga menggunakan telepon pintar.

Tentunya pemberian tugas sudah barang tentu juga memiliki batas waktu pengumpulan. Karena peserta wajib meluangkan waktu semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya.

Jadi, telah tersusun sistem sistematis untuk mencapai target setiap pelatihan di Pusdiklat SDM LHK termasuk pada balai diklat LHK lainnya.

Beberapa peserta pelatihan tertantang selama mengikuti pelatihan. "Kurang waktu berleha-leha. Kita dituntut terus aktif belajar. Mulai pukul 8.00 WIB hingga pukul 4.00 WIB. Tak hanya itu tugasnya pun melimpah," ujar Eko Wahyu Handoyo, salah satu peserta asal Balai Taman Nasional Bunaken.

Perbedaan waktu juga membuat teman-teman yang berada di wilayah Sulawesi dan Papua sedikit repot. Harus menyelesaikan tugas hingga hampir larut setiap harinya.

Materi pelajaran yang menarik membuat peserta antusias belajar. Belum lagi para praktisi menjadi narasumber. Menjadikan peserta mudah memahami pelajaran.

[irp]

Tak hanya itu praktek dan evaluasi pembelajaran memudahkan peserta menerima ilmu baru.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: