RUPS BNI 2023: Alihkan Uang Kami dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan!

oleh -188 kali dilihat
RUPS BNI 2023: Alihkan Uang Kami dari Energi Fosil ke Energi Terbarukan!
Aksi mendesak BNI tak mendanai energi fosil - Foto: Ist

Klikhijau.com – Dalam Sustainability Report BNI pada 2022, bank itu mengklaim mendukung ekonomi rendah karbon dan ketahanan terhadap risiko krisis iklim.

“Namun, realitanya tak seindah klaim yang diungkapkan,” ujar Ginanjar Ariyasuta, Climate Rangers Jakarta.

Ginanjar mendesak agar BNI tidak menjadikan green banking sekadar branding marketing hijau yang miskin substansi. Maka,  bertepatan dengan agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNI, pihaknya mendesak BNI menghentikan pendanaan ke energi fosil, termasuk batu bara dan mengalihkannya untuk mendanai energi terbarukan.

Aktivis yang mendesak BNI dengan cara mengadakan aksi di depan Graha BNI itu antara lain, aktivis dari Climate Ranger Jakarta, 350 Indonesia, Koprol Iklim, Market Forces, Enter Nusantara, BEM FMIPA UI dan Jeda Iklim mengadakan aksi di depan Graha BNI.

“Kami mendesak BNI  mengalihkan uang dari energi fosil ke energi terbarukan.” tegas Ginanjar.

KLIK INI:  Mengejutkan, Ini Manfaat Puasa yang Tidak Terduga Berdasarkan Temuan Studi

Sebelumnya, saat public expose pada September tahun lalu, BNI menyatakan akan membatasi pinjaman ke proyek batubara sebesar 2% dari seluruh kreditnya. Total kredit yang disalurkan BNI pada tahun 2022 mencapai Rp 646,19 triliun.

”Artinya, 2% dari total portofolio kredit BNI adalah sekitar Rp12,923 triliun masih digunakan untuk membiayai proyek batu bara. Hal ini tentu bertentangan dengan klaim BNI sebagai pelopor dari green banking” jelas Suriadi Darmoko, Campaigner dari 350 Indonesia.

Dibandingkan dengan sektor energi fosil, pendanaan BNI di sektor energi terbarukan masih lebih rendah, yakni sebesar Rp10,9 triliun.

BNI
Aksi menolak destructive investmen ditujukan pada BNI – Foto: Ist

“BNI sebagai Bank BUMN seharusnya menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam agenda transisi energi yang jadi prioritas pada G20 silam. Salah satunya dengan memindahkan uang dari sektor energi fosil ke energi terbarukan.” tegas Ginanjar Ariyasuta dari Climate Rangers Jakarta.

“Pendanaan bank BUMN terhadap energi fosil jelas adalah batu sandungan bagi transisi energi di Indonesia. Bahkan, lebih dari itu pendanaan ke sektor batubara dapat menggagalkan agenda transisi energi Indonesia termasuk termasuk menggagalkan pencapaian target program transisi yang pendanaanya didukung baik negara maupun bank internasional melalui skema just energi transisi partnership (JETP).” tegas Elvan dari Enter Nusantara.

Padahal, agenda transisi energi merupakan langkah prioritas dalam usaha mitigasi krisis iklim. Sehingga penting bagi Bank BUMN untuk mendukung transisi energi.

“Dengan segala dampak yang nyata, krisis iklim merupakan momok menakutkan bagi kami generasi muda. Bagaimana bisa kami diam saja melihat masa depan kami begitu terancam sementara pemerintah masih dengan santai memilih energi fosil dibanding energi terbarukan. Kita perlu segera beralih pada investasi energi terbarukan demi menyelamatkan generasi masa depan.” tegas Adrian Al-Farisi dari BEM FMIPA UI.

“Sainsnya sudah jelas, hanya masa depan kita yang belum jelas,” pungkasnya.

KLIK INI:  Kolaborasi MTS, UPT TPA dan Klikhijau Siram Kolam Lindi TPA Tamangapa dengan EM4++