Puluhan Ribu Bibit Pohon Mangrove Penuhi 12 Provinsi di Indonesia

oleh -595 kali dilihat
Puluhan Ribu Batang Pohon Mangrove Penuhi 12 Provinsi di Indonesia
Ilustrasi mangrove/foto-Shutterstock
Irhyl R Makkatutu

Orang-orang istana turun menanam mangrove

Klikhijau.com – Menteri LHK Siti Nurbaya bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja melakukan penanaman 5.000 bibit pohon mangrove. Penanaman itu dilakukan di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa, 9 Juli 2019.

Penanaman mangrove tersebut sebagai upaya mitigasi bencana alam dan perubahan iklim sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup 2019.

“Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan sebuah Gerakan Nasional Peduli Mangrove. Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Program Kampung Hijau Sejahtera.

Melalui OASE Kabinet Kerja ini, diharapkan dapat mengubah pola pikir. Dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif dan berkarakter.”

KLIK INI:  Baru Dicanangkan, Jawi-Jawi Mangrove Mulai Intens Berkolaborasi

OASE Kabinet Kerja bekerjasama dengan berbagai kementerian yang memiliki program-program pemberdayaan masyarakat.

Juga kementerian yang mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. Pada penanaman mangrove kali ini, OASE Kabinet Kerja bekerjasama dengan KLHK, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Kementerian Pertahanan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Kegiatan ini juga menggandeng pemerintah daerah, organisasi wanita, unsur TNI-Polri, LSM dan masyarakat umum.

Fungsi mangrove

Menurut Siti, KLHK sangat menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove. Suatu ekositem mangrove berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai. Pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut.

Mangrove juga sebagai tempat berlindung/berkembangbiak berbagai jenis fauna dan biota laut.  Juga jadi sumber pendapatan masyarakat. Seperti pemanfaatan kayu dan non kayu serta ekowisata. Selain itu, kelestarian ekosistem mangrove berperan penting sebagai mitigasi bencana.

KLIK INI:  Baru! Destinasi Wisata Hutan Mangrove Idaman di Jeneponto yang Memukau

Berdasarkan data KLHK, lebar tanaman mangrove ± 100 m dengan ketinggian akar ± 30 cm sampai 1 m mampu mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga ± 90%. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya. “

“Ekosistem mangrove perlu tetap terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya kita untuk menangani masalah lingkungan,” ucap Menteri LHK

KLHK telah merehabilitasi kawasan mangrove seluas 31.673 Ha melalui dana APBN. KLHK akan terus melakukan program rehabilitasi mangrove minimal 2.000 Ha per tahun. Pemerintah juga mendorong pelibatan para pihak termasuk dunia usaha dalam gerakan rehabilitasi mangrove.

Hal itu diharapkan  fungsi ekosistem mangrove sebagai mitigasi bencana dapat ditingkatkan. Selanjutnya KLHK mendorong dan memfasilitasi pengembangan model pengelolaan mangrove produktif.

KLIK INI:  Mangrove, Energi Kehidupan di Pesisir yang Terlupakan

Caranya  melalui sistem budidaya silvofishery untuk meningkatkan produksi udang, kepiting, dan biota lainnya.

“Begitu banyak kekayaan manfaat dari ekosistem mangrove ini. Maka sudah sepatutnya ekosistem mangrove ini harus dijaga kelestariannya. Kegiatan penanaman serentak mangrove ini mudah-mudahan akan menginspirasi masyarakat. Juga pemerintah daerah serta pemerintah pusat untuk terus menjaga dan memelihara serta memulihkan mangrove,” ujar Rugaiya Wiranto, Ketua Bidang Lingkungan Hijau OASE.

Provinsi Sulawesi Utara menurut Peta One Map Mangrove Nasional 2017 mempunyai luas mangrove 11.434 Ha. Selain di Manado, Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan DAS & Kampung Hijau Sejahtera kali ini juga dilaksanakan secara serentak di 12 Provinsi di Indonesia. Total tercatat sebanyak 60.000 batang pohon mangrove ditanam di seluruh Indonesia pada Selasa, 9 Juli 2019.

KLIK INI:  Plastik, Masalah Besar yang Menginvasi Laut Mediterania