Pecut Kuda, Gulma yang Memerdekakan Sangkala dari Muntah darah

Klikhijau.com –  Pecut kuda, begitulah ia dinamai. Pecut berarti cambuk dan kuda adalah hewan yang berkaki empat—yang ketika ditunggangi, penunggangnya biasa memakai pecut. Nah, pecut yang digunakan i...

Pecut Kuda, Gulma yang Memerdekakan Sangkala dari Muntah darah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Pecut kuda, begitulah ia dinamai. Pecut berarti cambuk dan kuda adalah hewan yang berkaki empat—yang ketika ditunggangi, penunggangnya biasa memakai pecut. Nah, pecut yang digunakan itulah yang mirip dengan dirinya.

Barangkali karena itulah sehingga ia dinamai demikian. Karena tangkai bunganya berbentuk seperti pecut kuda. Dan nama itu rasanya memang pas dengan diberikan pada tanaman bernama latin Stachytarpheta jamaicensis itu. Sekilas ia juga tampak seperti ekor tikus.

Ia bisa tumbuh dengan tinggi satu hingga tiga meter. Nama yang diberikan kepada tanaman yang tumbuh liar jadi gulma ini berasal dari bahasa Jawa, yang berarti cemeti atau cambuk.

Di kampung- kampung, termasuk kampung saya, gulma dari famili Verbenaceae ini cukup mudah ditemukan. Ia tumbuh meresahkan dan termasuk gulma atau rumput yang sulit dibasmi.

[irp]

Meski tumbuh liar dan meresahkan bagi petani. Tanaman berdaun hijau segar ini bisa tumbuh sepanjang tahun di semua musim bukan berarti tak memiliki manfaat

Ia memiliki daun yang tersusun secara berlawanan dengan batang utamanya. Daunnya berbentuk  mulai bulat hingga lonjong. Pada tepiannya bergerigi kecil. Pangkal daunnya tak berteore.

Sangkala dan kisahnya

Perihal manfaatnya, pada hari Senin, 16 Agustus 2021 lalu. Saya bertemu dengan Sangkala (43). Sekitar bulan Mei yang lalu, saya mendengar kabar jika warga Desa Kahayya, Bulukumba itu sedang sakit parah—ia muntah darah.

Kabar itu tersiar cukup kencang. Banyak yang memprediksi Sangkala tak bisa bertahan lama menanggung penyakitnya. Muntah darah, di kampung saya adalah penyakit yang mengerikan.

Namun, ketika saya bertemu di hari Senin itu, ia tak lagi batuk bahkan sehat bugar padahal hampir dua malam ia tak tidur karena menjagai tantenya yang sekarat, yang pada akhirnya tantenya itu meninggal dunia pada Senin dini hari.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: