Sangketan, Tumbuhan Berbunga Indah dan Kaya Manfaat yang Tidak Dilirik

oleh -299 kali dilihat
Bunga sangketan -foto/Ist

Klikhijau.com –  Jarang ada yang tertarik membudidayakan sangketan (Achyranthes aspera). Tumbuhan dibiarkan tumbuh liar saja sebagai gulma.

Keindahan bunganya yang berwarna putih, tidak menarik minat masyarakat menjadikannya tanaman hias.

Sangketan adalah tumbuhan yang ribet. Ia mudah  tumbuh di ruang terbuka. Biasanya  biasanya di pinggir – pinggir jalan, pekarangan rumah, dan juga di ladang.

Jika ditelisik, tumbuhan ini seperti akan menimbulkan rasa gatal pada kulit jika disentuh. Namun, sebenarnya tidak demikian—tumbuhan ini tidak menimbulkan rasa gatal.

KLIK INI:  Perihal Teh Daun Jambu Biji, Manfaat dan Cara Membuatnya
Kandungan dan manfaat

Kurdi (2010) mengungkapkan jika masih sedikit orang yang tahu manfaat tumbuhan ini. itulah jadi penyebab kenapa tidak banyak tertarik membudidayakannya.

Padahal hasil skrining fitokimia yang dilakukan terhadap daun sangketan ini. Ditemukan memiliki daya sitotoksik, menunjukkan adanya kandungan minyak atsiri, senyawa terpenoid bebas, saponin triterpenoid, flavonoid dan polifenol, (Zaenal Fanani, 2017).

Apa yang ditemukan Zaenal tersebut dipertegas pula oleh temuan Muawanah (2000), yang menemukan bahwa hasil skrining fitokimia pada daun tumbuhan dari suku Amaranthaceae adanya kandungan minyak atsiri, senyawa terpenoid bebas, saponin triterpenoid, flavonoid dan polifenol.

Kandungan lainnya adalah alkaloid, tanin, glikosida jantung, steroid, dan gula pereduksi. Banyaknya kandungan pada tumbuhan ini membuatnya memiliki manfaat kesehatan yang beragam. Tidak hanya pada daunnya, beberapa bagian lain, seperti akar akar berkhasiat sebagai pelancar air seni dan rematik.

KLIK INI:  Bunga Kenop, Tanaman Hias yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Untuk obat rematik dipakai 6 hingga 18 gram akar segar dari tumbuhan ini, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring (Kurdi, 2010).

Serbuk herba tumbuhan ini merupakan obat yang baik untuk perdarahan dan masalah perut. Akarnya dapat dimanfaatkan sebagai sikat gigi untuk membersihkan mulut dan untuk menyembuhkan halitosis.

Ekstrak akarnya dapat dimanfaatkan sebagai tetes mata pada waktu tidur untuk mengobati rabun ayam.

Manfaat lainnya adalah dapat mencegah dan memperlambat perkembangan beberapa jenis kanker. Manfaat itu didapat dari kandungan flavonoid pada tumbuhan ini.

Bagi masyarakat Asia, Amerika Selatan dan Afrika tumbuhan ini telah dinobatkan sebagai tanaman obat. Daunnya biasa digunakan para ahli penyembuhan tradisional untuk mengobati demam (khususnya demam malaria), diabetes, asma, disentri, dan hipertensi.

KLIK INI:  Cara Merawat Calathea Ornata untuk Hasil dan Pesona Dedaun Terbaik

Sementara untuk herba kering digunakan untuk mengobati kolik pada anak-anak dan juga sebagai astringen dalam pengobatan gonorrhea. Aplikasi topikal ekstrak metanol daun tumbuhan ini menghambat karsinogenesis oleh DMBA/TPA pada kulit tikus (Chakraborty, dkk., 2002).

Di Indonesia, tumbuhan ini sudah umum digunakan sebagai obat oleh masyarakat. Karena memiliki manfaat bagi kesehatan.

Tumbuhan sangketan-foto/Ist
Ciri dan klasifikasi

Tumbuhan ini berbunga majemuk, merupakan kumpulan beberapa bunga tunggal dalam satu tangkai bunga. Bentuknya  berbulir, bunga majemuk sederhana tidak terbatas (rasemosa) tandan dengan bunga-bunga individual tidak bertangkai (duduk).

Letaknya di ujung batang atau cabang-cabangnya. Dalam satu batang berjumlah banyak. Pada serbuk batangnya menunjukkan fragmen pengenal berupa trikoma berkutil.

KLIK INI:  4 Jenis Anthurium yang Sedang Naik Daun dengan Harga Jutaan

Trikoma merupakan rambut halus yang terdapat pada permukaan tumbuhan. Fungsinya mengurangi intensitas cahaya matahari. Fungsi lainnya melindungi tumbuhan dari pemangsa.

Trikoma pada batang tumbuhan ini adalah permukaannya memiliki bintik-bintik timbul seperti kutil dan merupakan trikoma non glanduler.

Pada serbuk daun tumbuhan ini menunjukkan fragmen pengenal berupa trikoma glandular. Merupakan derivat sel-sel epidermis yang membentuk struktur berupa rambut-rambut yang menonjol ke arah luar.

Trikoma glandular dapat mengeluarkan secret, umumnya berupa senyawa garam, larutan gula, racun atau terpentin. (Hasmukh, dkk., 2014).

KLIK INI:  Arbei, Tumbuhan Liar yang Berpotensi sebagai Tanaman Buah

Sedangkan serbuk bunga tumbuhan ini menunjukkan adanya fragmen pengenal gynoecium.  biasanya terletak di tengah bunga terdiri dari tiga, yaitu ovarium yang menghasilkan ovula, gaya yang menghubungkan ovarium dan stigma dan stigma yang menerima serbuk sari. Hasil pengamatan juga memperlihatkan kristal kalsium oksalat bentuk roset atau bintang. (Hasmukh, dkk., 2014).

Kurdi (2010) mengklasifikasi tumbuhan ini sebagai berikut,  divisi: Spermatophyta, sub divisi: Angiospermae, kelas: Dicotyledoneae, bangsa: Caryophyllales, suku: Amaranthaceae, marga: Achyranthes, jenis: Achyranthes aspera L

KLIK INI:  Monstera Deliciosa, Tanaman Hias Mewah dengan Buah Lezat yang Misterius