Ketika Cengkeh dan Kunyit Tak Sekadar Rempah, tapi Peta Pulang kepada Kekasih

Klikhijau.com - ‎Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajang saja. Seolah jika memandangnya semua k...

Ketika Cengkeh dan Kunyit Tak Sekadar Rempah, tapi Peta Pulang kepada Kekasih
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - ‎Lalu siapa yang cukup gila menyimpan cengkeh dan kunyit dalam stoples. Bukan untuk digunakan di dapur sebagai bumbu, bukan. Hanya untuk dipajang saja. Seolah jika memandangnya semua kenangan kembali mewujud nyata. Semua rindu dan rasa sepi bisa menguar. Lenyap. Dan hidup kembali berjalan baik-baik saja.

Aroma cengkeh dan kunyit yang terperangkap dalam stoples, tak akan pernah cukup untuk mengharumkan ruang tamu, bahkan kamar tidur. Jadi, untuk apa Dimas Suryo menyimpannya?.

‎Pertanyaan itu tak hanya mengusik saya sebagai pembaca Pulangnya Leila S. Chudori, tapi juga Vivienne Deveraux dan Lintang Utara. Hanya saja pertanyaan itu tak pernah dilontarkan oleh ibu dan anak itu, meski Dimas  sangat dekat dengan keduanya. Vivienna adalah perempuan yang dicintai oleh Dimas, cinta yang tumbuh pada pandangan pertama.

‎Keduanya lalu menikah, pernikahan yang bukan hanya menyatukan dua manusia, tetapi dua negara dan budaya yang berbeda--Indonesia dan Prancis. Dari pernikahan itu, lahirlah Lintang Utara, yang kelak menemukan kepingan puzzle terakhir teka-teki cengkeh dan kunyit dalam stoples yang selalu setia menemani Dimas, sang Ayah.

[irp]‎

‎Dalam diri, dalam hati setiap orang selalu ada ruang kosong. Sebuah ruang yang memiliki ukuran yang sangat pas untuk penutupnya sendiri, tanpa meninggalkan celah sedikit pun. Begitupun Dimas, cintanya kepada Vivienna dan keindahan Paris, bahkan kelahiran Lintang Utara tak mampu mengisi ruang kosong itu. Apalagi menutupnya dengan sempurna.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: