Kampoeng Bambu, Sebuah Upaya Merawat Warisan Leluhur

Klikhijau.com - Semuanya berawal saat lelaki itu dari sebuah perjalanan ke Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah. Perjalanan itu membuat kepalanya disesaki ide. Ia ingin mewujudkan sebuah kampung b...

Kampoeng Bambu, Sebuah Upaya Merawat Warisan Leluhur
Bacakan Artikel

***
Semuanya berawal dari perjalanan saat ia mengunjungi Pasar Papringan di Temanggung, Jawa Tengah Lelaki kelahiran Palopo itu, seolah saling menemukan dengan bambu-bambu yang menyesaki Desa Toddopulia.

Ia bersama pemuda setempat kemudian melahirkan Kampoeng Bambu, tempat yang sederhana, namun jika ditelisik lebih dalam, sebenarnya sangat mewah karena semakin langka sekarang ini.

“Satu hal yang menjadi khas dan patut dikedepankan, desa dengan penghidupannya, menawarkan kesejukan dan kesederhanaan. Ini adalah sumber kemewahan bagi orang-orang yang menetap di kota,” katanya.

Di Kampoeng Bambu, hal-hal yang bersifat modern tak dijadikan prioritas. Kampoeng Bambu Toddopulia hanya ingin mengembalikan dan merawat budaya lokal yang merupakan warisan leluhur, di antaranya sinrili, gambus, dan juga permainan tradisional dari bambu yag pernah ada, juga  makanan khas lokal yang pernah menjadi sajian di masa lalu.

“Kampoeng Bambu Toddopulia dapat juga dipahamkan sebagaia gerak aktualisasi kerinduan akan kampung halaman. Untuk tak menyebutkan ada yang luput di masa lalu,” katanya lagi.

Kehadiran Kampoeng Bambu bukan hanya menjadi tujuan wisata, bukan hanya pelarian dari penat suasana kota dan deadline kerjaan. Tapi lebih dari itu, secara ekonomi Kampoeng Bambu Toddopulia diharapkan punya dampak.

Penataan kuliner khas lokal menjadi fase awal yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat, juga bisa menambah wawasan, sebab disiapkan juga buku-buku gratis untuk dibaca.

“Nantinya akan dilanjutkan dengan mengolah bambu yang memberi nilai tambah. Baik pada ornamen maupun upaya kreatif baru dari olahan bambu.” terang Wahyuddi.

Lelaki yang menjabat sebagai staf di Lembaga Studi Informasi dan Media Massa (eLSIM) Bidang Manajemen Pengetahuan itu berharap Kampoeng Bambu bisa menaikkan citra bambu yang selama ini hanya menjadi tiang penopang bangunan, tusuk gigi, dan tusuk sate.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: