Kampoeng Bambu, Sebuah Upaya Merawat Warisan Leluhur

Klikhijau.com - Semuanya berawal saat lelaki itu dari sebuah perjalanan ke Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah. Perjalanan itu membuat kepalanya disesaki ide. Ia ingin mewujudkan sebuah kampung b...

Kampoeng Bambu, Sebuah Upaya Merawat Warisan Leluhur
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Semuanya berawal saat lelaki itu dari sebuah perjalanan ke Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah. Perjalanan itu membuat kepalanya disesaki ide. Ia ingin mewujudkan sebuah kampung belajar yang nyaman, dengan suasana belajar citra kampung dan budaya lokal.

Sebuah ide yang brilian dan tak biasa. Hanya untuk mewujudkan ide itu tentulah tak mudah. Dibutuhkan banyak hal, terutama tekad yang bulat serta orang-orang yang mau berjuang bersama.

Di kepalanya sudah ada bayangan tempat yang dianggap paling tepat menelurkan dan menularkan idenya. Ide itu kemudian dikolaborasikan dengan ide pemuda setempat, hingga lahirlah Kampoeng Bambu

Kampoeng Bambu terletak di Desa Toddopulai, Kabupaten Maros, Kecamatan Tanralili. Sebuah desa yang dijamuri rumpun bambu yang luas. Barangkali di Sulawesi Selatan, hanya Kecamatan Tanrilili-lah yang tumbuhi tanaman jenis rumput-rumputan itu, yang memiliki rongga dan ruas di batangnya.

Tumbuhan dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia—yang konon dapat tumbuh 100 cm (39 in) dalam 24 jam. Meski hal ini amat ditentukan dari kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies bambu itu sendiri

Maaf, saya lupa perkenalkan nama lelaki itu, namanya Wahyuddin Yunus. Ia lahir di Palopo. Ia menginisiasi  lahirnya Kampoeng Bambu  sebagai pilihan wisata yang nyaman.

***

Sepulang dari Mallawa, pada sebuah siang yang terik. Tak jauh dari gerbang Wisata Bantimurung, saya membelokkan motor ke kiri—tepat di jembatan. Sebelum menyebarang, saya mematikan mesin, melepas helm lalu turun dari motor untuk bertanya.

Seorang lelaki paruh baya menyambut saya dengan tersenyum. Saya membalas senyumnya. Kepadanyalah saya bertanya arah jalan menuju Sungguminas, Gowa

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: