Iyakah, Kupu-kupu Asing Bertengger di Gerbang Bantimurung?

Klikhijau.com - Pernahkah ada yang bertanya: kupu-kupu jenis apakah yang menjadi ikon Kawasan Wisata Bantimurung saat ini? Terutama bagi mereka yang pernah berkunjung ke Bantimurung baru-baru ini. Ter...

Iyakah, Kupu-kupu Asing Bertengger di Gerbang Bantimurung?
Bacakan Artikel

Agus belum puas. Ia kemudian juga menemukan bahwa sebelumnya juga pernah terpasang kupu-kupu asing, jenis Papilio glaucus di gerbang Bantimurung. Glaucus adalah kupu-kupu yang berasal dari USA bagian timur.

Sebaran papilio machaon

Terus Papilio machaon, asalnya dari mana? Papilio machaon menyebar di beberapa negara di Eropa dan Asia. Sebarannya di Eropa di antaranya: Alaska, Kanada, Austria, dan Rusia.

Di Asia sendiri mudah kita jumpai di China, Jepang, Myanmar hingga India. Kupu-kupu ini mulai langka hingga beberapa negara melindunginya. USA, Austria, dan India adalah beberapa negara di antaranya yang melindungi kupu-kupu ini.

Jika mau dianalisis sedikit bahwa antara glaucus dan machaon memiliki warna dasar sama: kuning. Warna yang menarik bagi fotografi. Mungkin mereka hanya mempertimbangkan eye catchiingnya. Apalagi di zaman media sosial seperti sekarang ini.

Saya jadi teringat sebuah tulisan di National Geografic Indonesia yang mengulas tentang kupu-kupu Bantimurung. Edisi Agustus 2018 majalah ini mengulas tuntas bagaimana memperoleh Papilio blumei dari hutan. Boleh jadi mulanya karena blumei membentang megah saat bertandang ke lanskap karst ini.

[irp]

Tak tanggung-tanggung penulis Natgeo Amerika, Matthew Tetague berkolaborasi dengan fotografer Evgenia Arbugaeva menyajikan apik sebagai tajuk utama kala itu. Bahkan kupu-kupu morpo menjadi cover edisinya.

"Patung Papilio blumei โ€“ simbol kebanggaan lokalโ€“berada di atas pintu gerbang menuju Kawasan Wisata Bantimurung," penggalan dari keterangan gambar gerbang Bantimurung dari majalah bergengsi itu. Kala itu masih bercokol blumei dengan sayap koyaknya.

Hingga kemudian di tahun yang sama, akhir 2018, gerbang tersebut berganti wajah menjadi Papilio machaon. Saya yang sehari-hari beraktivitas di wilayah ini bersyukur gerbang ini diperbaiki. Mengapa? Karena sayap kupu-kupu blumei yang rusak kala itu cukup membahayakan pengendara bahkan wisatawan kala melintas di bawahnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: